Pariwara
Nasional

Sudah 13 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 13 jemaah haji Indonesia meninggal di Tanah Suci. Kadaker Madinah Muhammad Khanif, mengatakan ada dua orang yang meninggal Minggu pagi (29/7) waktu Arab Saudi, yakni Widodo bin Jimin (JKS-35) dan Abdullah Noor bin Sidik (SOC-13). Kementerian Agama akan menjamin badal haji jemaah yang meninggal sebelum proses haji. Nantinya keluarga dari jemaah yang meninggal akan mendapatkan sertifikat badal haji tersebut. “Ini hari ke-13 (ke-14,red) jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Pagi ini (kemarin) sudah 13 jemaah meninggal,” kata Khanif dalam siaran persnya, Minggu (29/7). Sehari sebelumnya, Nordiani Bahrani Kursani (53) warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, meninggal pada Sabtu (28/7) pagi pukul 03.17 WAS.

Menurut petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. Era Ery Dhani, almarhumah didiagnosis menderita Ischeamic Heart Disease (IHD), yang merupakan gangguan aliran darah arteri pada jantung. Kasi Kesehatan Daker Madinah, dr. Indro Murwoko, mengaku pihaknya telah mengajukan surat izin pemakaman salah satu jemaah asal kloter BDJ-03 itu. “Sesuai prosedur, setelah certificate of death (COD) terbit, maka kami mengajukan surat izin pemakaman yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh otoritas setempat,” jelasnya. Hingga Sabtu (28/7) sore waktu Saudi, sebanyak 191 kloter yang terdiri dari 78.029 jemaah haji Indonesia telah mendarat di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 20.454 jemaah di antaranya mulai memasuki Makkah.

Sementara itu, Kementerian Agama meminta 36 penyedia layanan katering bagi jemaah haji Indonesia mematuhi kontrak kerja yang sudah disepakati. Sebanyak 36 penyedia layanan katering ini akan melayani 204 ribu jemaah. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Sri Ilham Lubis mengungkapkan, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan 36 penyedia jasa katering untuk menjelaskan kembali kontrak kerja sama yang telah disepakati. “Selain itu kami ingin mengingatkan komitmen mereka mematuhi kontrak,” ujar Sri Ilham dalam siaran persnya, Sabtu (28/7) malam. Jika melanggar kontrak yang telah disepakati, Kemenag tidak akan segan melayangkan sanksi. Mulai lisan, tertulis, hingga pengurangan jumlah layanan.

“Apabila tetap melanggar kontrak, kami akan blacklist, tidak dipakai tahun depan,” tegasnya. Namun di sisi lain, Sri Ilham juga mengaku, pihaknya dengan tangan terbuka menerima keluhan yang disampaikan penyedia layanan katering. Misalnya bahan baku dari Indonesia sulit didapat, sementara mereka telah berusaha maksimal. Seperti diberitakan sebelumnya, selama di Makkah, jemaah akan mendapat makan siang dan makan malam selama 20 hari. (esy/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top