Pariwara
Edukasi

Prof Zamrun: Mahasiswa KKN Harus Kreatif dan Inovatif

Foto Bersama: Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Muhammad Zamrun, M.Si., M.Sc., (ketiga kiri) bersama Bupati Bombana, H. Tafdil (keempat) dan pejabat di jajaran Pemkab Bombana, saat seremoni penyerahan mahasiswa KKN UHO di Kabupaten Bombana, Jumat (27/8).

KENDARIPOS.CO.ID — Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. H.Muhammad Zamrun, M.Si., M.Sc., kembali mengingatkan mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar menjaga nama baik almamaternya. Menjaga dalam artian, mematuhi prosedur dan norma masyarakat yang menjadi lokasi KKN nya dan terpenting adalah mereka harus kreatif dan inovatif.

Hal itu disampaikan Prof Zamrun usai mendampingi mahasiswa KKN UHO di Kabupaten Bombana. Kehadiran mahasiswa di lokasi KKN, termasuk di Bombana, sepenuhnya dalam rangka mengabdikan diri pada pembangunan masyarakat khususnya yang menjadi lokasi KKN mahasiswa.

“Silahkan aplikasikan ilmu yang diperoleh dengan koordinasi pemerintah setempat. Tentu disesuaikan bidang ilmu mereka, identifikasi persoalan-persoalan kemasyarakatan kemudian dijawab dengan solusi yang kreatif dan inovatif. Ikuti aturan yang ada, termasuk norma dan adat istiadat masyarakat yang menjadi tujuan KKN nya, ini wajib diterapkan mahasiswa,” tukasnya.

Menurut Mantan Dekan Fakultas Matematika dan IPA ini, selama masa pengabdian tersebut, mahasiswa KKN akan didampingi sejumlah dosen. Dirinya pun senantiasa memantau perkembangan mahasiswa KKN di lapangan, sehingga ia berharap mahasiswa senantiasa melaksanakan tanggung jawabnya sehingga saat penilaian akhir, mereka dianggap layak sebagai peserta KKN.

Terkait standar kelulusan KKN, dijelaskan Ketua Panitia KKN Reguler UHO, Syahbudin. Katanya, mahasiswa yang mengikuti program KKN reguler tentu diwahibkan menyerahkan laporan dalam bentuk video. “Isinya adalah laporan visualisasi mahasiswa saat di lapangan, apa yang mereka lakukan pada awal hingga akhir KKN. Ketentuan ini menjadi salah satu keawajiban yang dipenuhi mahasiswa KKN. Saat mereka di lokasi pun dipantau langsung oleh dosen-dosen yang telah dibagi berdasarkan jumlah desa setiap kecamatan (yang menjadi lokasi KKN),” jelasnya.

Lanjut Syahbudin, bila salah satu poin penilaian itu tak dipenuhi, termasuk di dalamnya kehadiran mereka di lokasi KKN, maka bukan tidak mungkin mahasiswa yang bersangkutan dianggap tidak layak. KKN merupakan salah satu matakuliah wajib yang menjadi syarat untuk mengikuti ujian skripsi. “Nilainya harus minimal B, kalau di bawahnya, ya program kembali,” tegasnya.

Sebagai informasi, KKN UHO tahun ini diikuti 5.100 mahasiswa yang terdiri dari KKN reguler 4700an, KKN Revolusi Mental 300 orang dan KKN Tematik 645 orang. Di Bombana, peserta KKN Reguler mencapai 686 orang, Konsel 2.400 orang, Konawe Utara 821 orang, Kota Kendari 1100an orang dan Konawe diikuti KKN tematik dengan jumlah sekira 30 orang.

“KKN Reguler ini adalah matakuliah yang diprogram setiap semester, KKN Revolusi Mental adalah program kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Adapun KKN Tematik ini sepenuhnya judul pengabdian dosen yang melibatkan mahasiswanya,” pungkasnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top