Pariwara
Muna

Rusman Yakin Muna Dapat Kuota CPNS

PEMKAB MUNA FOR KENDARI POS
CPNS: Bupati Muna LM. Rusman Emba (kanan) berpose dengan MenPAN-RB, Asman Abnur. Dalam pertemuan itu, Rusman memastikan Muna akan dapat kuota penerimaan CPNS 2018.

KENDARIPOS.CO.ID — Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan segera dibuka seiring pencabutan kebijakan moratorium penerimaan aparatur negara tersebut. Kabar penerimaan CPNS itu menjadi angin segar bagi masyarakat yang sudah menanti empat tahun lamanya. Khusus di Muna, kesempatan menjadi abdi negara diklaim masih terbuka lebar. Apalagi Bupati, LM. Rusman Emba menyebut butuh 7.000 pegawai baru di otoritanya. Bahkan, ia memastikan jika tahun ini Muna akan kebagian jatah CPNS, kendati jumlahnya belum diketahui.

Kepastian itu diperoleh setelah LM. Rusman Emba bertemu langsung Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Asman Abnur, Jumat, 20 Juli lalu. “Insyaallah Muna akan dapat (kuota CPNS). Saya dapatkan informasi itu dari Kementerian langsung. Mungkin satu atau dua minggu formasinya sudah keluar,” ujarnya, kamis (26/7). Soal kebutuhan 7.000 pegawai baru, Rusman menghitung berdasarkan rasio jumlah penduduk.

Sayangnya, pernyataan bupati bertentangan dengan fakta, jumlah pegawai di Muna yang justru berlebih. Data per Januari 2018 yang dirilis Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muna, pamong di daerah itu sebanyak 5.915 orang. Jumlah itu justru tidak ideal berdasarkan ketentuan KemenPAN-RB. Rasio pegawai seharusnya 1,5 persen dari total jumlah penduduk. Di Muna sendiri, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2017 terdapat 211.625 jiwa. Dengan angka itu, idealnya PNS daerah hanya 3.174 orang. Dengan demikian, rasio pegawai Muna di atas dua persen.

Akibat beban pegawai tersebut justru memberatkan keuangan daerah. 70 persen atau Rp 460 miliar dari total Rp 680 miliar dana alokasi umum hanya habis untuk gaji pegawai. Soal itu, Rusman punya argumen. “Kan kalau pegawai bertambah, DAU juga naik. Jadi tidak akan mempengaruhi keuangan daerah,” jawabnya. Soal kebutuhan pegawai di Muna, Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Pegawai, BKPSDM Muna, Asmada, sendiri mengatakan, memang benar kebutuhan pegawai mencapai ribuan. Hanya saja, angka pastinya tak diketahui. “Tidak sampai juga 7.000. Paling dibawahnya,” pendapat Asmada.

Ia mengatakan, berdasarkan analisis jabatan (Anjab) beban pegawai di Muna sudah ideal. Jumlah jabatan mencapai 1.000 dan ditambah staf dua orang. Sehingga ditotalkan mencapai 3.000 orang. Untuk kebutuhan pegawai, paling banyak tenaga pengajar dan kesehatan dan juga teknis. “Tenaga IT paling kurang. Selain itu guru dan perawat,” jelasnya. Soal CPNS, Asmada mengatakan sudah mengusul 600 orang. Hanya saja, menurutnya untuk daerah yang pegawai berlebih, sulit mendapatkan kuota. “Paling hanya mengganti yang pensiun tahun ini, jumlahnya 168 orang. Selain yang meninggal dunia atau pindah. Jadi kemungkinan besar daerah seperti Muna hanya kuota pengganti pegawai pensiun,” pungkasnya. (b/ode)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top