Pariwara
Buton

Usai Konsumsi FE, Pelajar Masuk RSUD Buton

WA ODE AMALA/KENDARI POS
EFEK OBAT : Sekab Buton Ld. Zilfar Djafar (kanan) bersama Kadis Kesehatan, H. Sumardin (tengah) ketika membesuk siswi MTsN Pasarawajo yang mendapat perawatan medis di RSUD Buton usai mengonsumsi suplemen penambah darah.

KENDARIPOS.CO.ID — 56 pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan dua siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan di Pasarwajo, Kabupaten Buton, harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton sejak Selasa (24/7) malam. Puluhan pelajar tersebut tiba-tiba pingsan usai mengonsumsi vitamin penambah darah atau ferospat efferfescent (FE) dari pemerintah. Tak lama saat reaksi obat itu bekerja, para pelajar mulai merasakan gejala mual, muntah, sakit kepala, sakit perut, panas hingga pingsan.

Kepala Dinas Kesehatan Buton, H. Sumardin, mengatakan, pemberian FE atau obat penambah darah itu merupakan program nasional yang diberikan khusus untuk wanita berusia 12-18 tahun. Obat tersebut untuk memperkuat daya tahan tubuh, sehingga tidak mengalami anemi. “Inikan akan ada masa peralihan dari anak ke remaja dan dewasa untuk persiapan pernikahan. Makanya harus dikasih obat seperti itu, supaya mencegah anemi,” ujarnya, Rabu (25/7).

Namun setelah meminum obat tersebut, bisa berefek samping seperti mual-mual dan muntah bagi anak yang aktivitasnya berlebihan. “Efeknya kalau diminum sebelum makan bisa menyebabkan anak mual dan muntah ditambah dengan aktivitas siswi yang dijalankan, sehingga terjadi penurunan daya tubuh,” jelasnya. Dengan kejadian tersebut, Sumardin mengaku akan mengevaluasi kinerja para jajarannya agar tak terjadi musibah serupa.

“Program ini berjalan tiap tahun, jadi kita harus evaluasi. Tidak ada paksaan. Sebelum kita berikan obat ada sosialisasi ke tiap sekolah. Sehari sebelum pemberian obat tersebut pada siswi, kami telah menyampaikan harus sarapan dulu sebelum mengonsumsi vitamin yang akan diberikan,” versinya. Sementara itu Kepala MTsN Pasarwajo, Arifin, menambahkan, kejadian berawal dari pemberian obat pada siswi kelas VII, VIII dan IX, pada Selasa 24 Juli 2018, pukul 10.00 wita. Setelah tiga jam kemudian para siswa mulai merasakan efek dari obat penambah darah tersebut.

“Mereka merasa mual, oleng bahkan ada yang pingsan. Sehingga dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya. Hingga rabu (26/7), masih ada dua siswi yang masih dirawat. Sedangkan 56 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang. Sementara itu La Turi, orang tua korban bernama Herlina menceritakan bahwa anaknya ke sekolah dalam keadaan sehat. Tiba-tiba, Selasa siang ia mendengar informasi anaknya mengalami gejala sakit muntah-muntah, hingga dirawat di RSUD Buton. “Mereka minum obat sebelum makan. Baru obat tersebut itu wajib diminum, kalau tidak diminum akan dikasih hukuman,” ungkap La Turi, saat ditemui di RSUD Buton. Kini, kata dia, kondisi anaknya belum begitu stabil, namun bisa rawat jalan. “Anak saya sudah dibawa pulang. Tapi semua masih merasa oleng,” timpal orang tua lainnya, Hanisa. (b/mel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top