Pariwara
Politik

Minta Restu Orang Tua, Muhammad Yusuf Yahya Bidik Kursi DPRD Sultra

MOHON RESTU : Politisi Partai Demorkat, Muhammad Yusuf Yahya memohon restu orang tua sebelum maju sebagai Caleg DPRD Sultra Dapil I Kota Kendari. FOTO: AWAL NURJADIN/KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Tekad Muhammad Yusuf Yahya maju pada pemilihan calon anggota legislatif (Pilcaleg) 2019 telah bulat. Melalui pintu Partai Demokrat, pria yang berlatar belakang pengusaha ini pun membidik kursi DPRD Sultra. Sebagai warga negara, Dewan

Penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sultra ini ingin berkontribusi lebih besar bagi masyarakat Sultra. “Niatan ini sudah ada sejak lama. Namun baru kali ini terwujud. Saya ingin memberi manfaat bagi masyarakat Sultra. Sebelum memulai langkah ini, saya meminta restu orang tua,” kata Muhammad Yusuf Yahya Minggu (22/7).

Pada Pilcaleg 2019, ia siap bersaing di daerah pemilihan (Dapil) I Kota Kendari. Partainya pun menempatkan mantan Sekretaris Gapensi Sultra berada diurutan ketiga. Keinginannya maju dilatarbelakangi kemirisiannya melihat kondisi saat ini. Tidak hanya dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) maupun birokrasi. Ia ingin menjadi corong aspirasi masyarakat atas praktek monopoli, kolusi dan nepotisme.

“Banyak terjadinya ketimpangan saat ini. Orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin meringis padahal Sultra kaya dengan SDA-nya. Sebagai kontraktor, saya turut mengalami perlakukan diskriminatif. Pada setiap seminar, pemerintah berkoar-koar akan memberdayakan pengusaha lokal namun kenyataannya nihil. Yang mendapat proyek justru kroni-kroninya,” tandasnya.

Bila diamanahkan, ia bertekad akan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Sebagai lembaga pengawasan, ia akan mendukung program yang berhubungan dengan masyarakat banyak. Begitupun di bidang pengadaan dan jasa. Pengusaha lokal harus diberikan kesempatan yang lebih besar. Sebagai mitra pemerintah, ia akan menggunakan fungsi kontrol dan pengawasan pada pelaksanaan proyek-proyek Pemda banyak yang tidak sesuai dengan pemanfaatannya atau mangkrak.

“Orang tua berkeinginan DPRD menjadi ladang amal. Yang paling penting dengarkan suara rakyat dan menjadilah corong rakyat. Saya juga percaya dan yakin dia akan jadi wakil rakyat yang amanah. Makanya, saya bersujud memohon ridho, doa dan beliau (dukungan orangtua) menuju sebuah pengabdian,” ujarnya.

Meski berprofesi sebagai pengusaha, ia mengakui bersemayam jiwa politisi. Dalam beberapa momen Pilkada, ia ikut membantu. Pada Pilbup Konawe Utara (Konut) tahun 2011, ia pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Aswad Sulaiman-Ruksamin. Ia juga turut membantu sahabatnya Andi Firman yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Bombana. Di Kota Kendari, dirinya masuk tim pemenangan Abdul Razak di Pilwali Kota Kendari. Terakhir, adalah mendukung Rusda Mahmud-SJafei Kahar di Pilgub Sultra.

“Saya merasakan ada kepuasan secara batin karena sudah ikut memberikan kontribusi tenaga dan pikiran sekalipun tuhan berkehendak lain. Takdir sudah menjadi ketentuan yang maha kuasa, makanya tinggal berikhtiar dan berdoa. Tapi semua itu saya lakukan dengan ikhlas membantu tanpa ada tendensi karna saya melihat sosok dan figurnya,” jelasnya. (c/wan/ikl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top