Pariwara
Konawe Selatan

Konsel Jadi Contoh Pertanian Modern

KAMALUDDIN/KENDARI POS
PERTANIAN MODERN : Rapat bersama terkait rencana penerapan pertanian berbasis modern di wilayah Konawe Selatan.

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terpilih menjadi kabupaten percontohan kawasan pertanian modern di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu dibuktikan dengan kunjungan pihak Kementerian Pertanian untuk melakukan konsultasi dan meninjau langsung lokasi yang akan jadi kawasan. Akhir pekan lalu, pihak Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan RI, Ir. Suparti didampingi Ketua Persatuan Teknik Pertanian Sultra, Laode Masihu Kamaluddin bertemu Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, dalam rangka membicarakan proyek percontohan pertanian berbasis digital itu.

Surunuddin Dangga mengapresiasi dan menyambut hangat atas kunjungan tamu Kementan tersebut. “Pada intinya kami sangat mensuport, karena ini juga dapat mengembangkan pertanian di Konsel yang berbasis digital,” ungkapnya. Ia menambahkan, Untuk se Indonesia, Konsel merupakan salah satu kawasan yang menjadi tujuan Pemerintah Pusat dalam menyukseskan kawasan pertanian modern. “Jadi untuk Sultra baru Konsel yang menjadi tempat pencanangan pertanian sawah yang serba digital ini,” ungkapnya.

Hanya saja, aplikasi program tersebut membutuhkan persiapan yang matang. Misalnya lokasi yang disiapkan harus benar-benar memadai. “Kita akan lihat dulu lahan yang strategis, setelah itu kita harus sampaikan kepada yang punya lahan agar bisa memberikan dukungan program ini,” tambahnya. Sementara itu Perwakilan Dirjen Sarana dan Prasarana Kementan RI, Ir. Suparti memaparkan, Konsel memiliki kawasan yang luas sehingga Pemerintah Pusat menjadikan kabupaten itu sebagai daerah yang tepat untuk pengembangan kawasan pertanian modern.

“Minimal seribu hektare yang harus disiapkan. Kalau untuk sarana dan prasarana kami akan siapkan, tugas Pemkab hanya siapkan lokasi,” jelasnya. Ia menambahkan, setelah ada lahan yang siap untuk digarap itu akan dikelola gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan didampingi Persatuan Teknik Pertanian. “Untuk alat mesin dan pertanian (Alsintan) itu akan kita kumpulkan beberapa bantuan dari Kementan saat ini dan akan difokuskan di lahan tersebut. Disamping itu di lokasi nanti harus ada lahan sekira lima hektare untuk sistem yang akan mengoperasikan Alsintan dengan serba digital,” ucapnya.

Sementara itu, Laode Masihu Kamaluddin menambahkan, untuk proyek pertanian modern ini awalnya akan dipusatkan di Kabupaten Konawe. Namun setelah dilakukan survei, Konsel lebih memungkinkan. Pasalnya disamping memiliki lahan luas, itu juga sudah rekomendasi dari Kementan. “Jadi sebetulnya persawahan modern ini diarahkan untuk generasi milenia atau anak muda. Mereka tidak kena lumpur, namun yang bermain adalah mesin digital. Baik itu alat penyiram atau drone, maupun mesin tanam. Jadi semua serba digital,” jelas Rektor Unilaki tersebut. Beberapa titik yang diproyeksi jadi pusat pertanian digital itu seperti di Kecamatan Basala, Laeya, Lalembu dan Konda.(b/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top