Pariwara
Politik

Soal Maraknya Kader Pindah Partai di Pilcaleg, Suara Parpol Rawan Tergerus

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Sejumlah partai politik (parpol) “kehilangan” kader potensialnya selama proses pen-caleg-an. Menariknya, mereka yang pindah berstatus tokoh dan berada di partai besar. Sebagai contoh Hj Masyhura serta Rahmawati Badallah yang selama ini masuk jajaran tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) hengkang dan memilih PBB sebagai kendaraan politik di pemilihan legislatif (Pilcaleg) 2019.

PDIP Sultra juga seperti itu. Salah satu kader potensialnya yang juga Ketua DPRD Wakatobi, Muhammad Ali lebih memilih Golkar sebagai kendaraan politiknya di Pilcaleg 2019. Di beberapa daerah lain juga ada. Partai besar lainnya, Golkar Sultra juga kondisinya sama. Beberapa kadernya, seperti Oheo Sinapoy dan La Nika pindah ke PDIP.

Banyaknya tokoh parpol yang pindah selama pencalegan, menurut Pengamat Politik Sultra, Dr Bahtiar merupakan fenomena lumrah. Sebab, bukan hanya di Sultra, politisi elit di tingkat nasional juga melakukan hal serupa (pindah parpol). Hanya saja, dirinya menilai kepindahan tokoh tersebut rawan menggerus suara partai. “Kalau yang pindah kader potensial atau berlabel tokoh, sudah pasti akan mempengaruhi dukungan masyarakat kepada parpol tempatnya bernaung sebelumnya. Ini yang perlu dipikirkan parpol,” kata Dr Bahtiar, Jumat (20/7).

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top