Pariwara
Kolaka

Revitalisasi dan Perbanyak Pasar Tradisional, Bupati Kolaka Maksimalkan Ekonomi Kerakyatan

PANTAU PASAR: Bupati Kolaka, Ahmad Safei (kedua dari kiri) meninjau Pasar Dawi-dawi di Pomalaa. Tampak dia sedang memberikan arahan kepada bawahannya agar pasar tersebut dibenahi dan ditingkatkan infrastrukturnya. Foto: Zulfadly/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di otoritanya. Salah satu caranya dengan memaksimalkan ekonomi kerakyatan. Untuk mewujudkan misi tersebut dengan cara membangun pasar tradisional di sejumlah wilayah di Bumi Mekongga. “Ada beberapa pasar yang telah kami bangun. Salah satunya, Pasar Dawidawi di Kecamatan Pomalaa. Ini kami lakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ahmad Safei, Jumat (20/7).

Pasangan Muhammad Jayadin ini menjelaskan, bantuan revitalisasi pasar di sejumlah wilayah di Bumi Mekongga menggunakan dana APBN. Namun kata dia, bantuan tersebut diberikan berkat perjuangan pemerintah daerah. Sebab, banyak kabupaten dan kota yang juga menginginkan dana pusat untuk merevitalisasi pasar. “Kami ucapkan terima kasih ke pemerintah pusat yang sudah menggelontorkan dana ke Kolaka. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk menuntaskan program tersebut,” katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kolaka, Kemal Arif menambahkan, pihaknya telah mengusulkan anggaran sebanyak Rp 12 miliar untuk merevitalisasi Pasar Wonua Raya di Kecamatan Toari dan Pasar Tandebura di Kecamatan Watubangga. Hanya saja, kata dia kepastian program tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak Kemendag.

“Kami usulkan setiap pasar itu Rp 6 miliar, jadi totalnya semua Rp 12 miliar. Baru-baru ini kami bertemu Dirjen Sarana Distribusi dan Logistik Kemendag, usulan kami diupayakan tercover tahun ini. Jadi, kami masih tunggu kepastian,” jelasnya. Kemal menambahkan, dua pasar tersebut layak direvitalisasi. Alasannya, selain untuk meningkatkan transaksi jual-beli di daerah tersebut, juga sudah memenuhi syarat untuk direvitaliasi. “Para pedagang di pasar itu tidak tiap hari berjualan. Karena kondisinya masih darurat atau penjualnya masih menggunakan tenda. Makanya kami tata agar penjual dan pembeli lebih nyaman,” terangnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, kedua pasar sudah memenuhi ketentuan untuk direvitalisasi. Sebabnya, karena status lahan sudah jelas dan jumlah pedagang yang menjual di pasar tersebut mencapai standar pasar rakyat yaitu 250 pedagang. “Jadi, sudah saatnya dibenahi,” ujarnya. Kemal berharap, usulan revitalisasi yang diajukan oleh pihaknya dapat direalisasikan di tahun 2018. Sehingga roda perekonomian di kedua daerah tersebut dapat lebih meningkat.

“Semoga tahun ini Pasar Tandebura dan Pasar Wonua Raya bisa direvitalisasi sehingga transaksi jual-beli di daerah itu juga dapat meningkatkan. Sebab, dengan meningkatnya transaksi jual beli di daerah itu, maka tentu akan berdampak pada perekonomian warga. Karena warga yang akan menjual ataupun membeli tidak perlu lagi jauh-jauh ke pasar lain,” imbuhnya. (b/fad)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top