Pariwara
Politik

KPU Minta Parpol Patuhi Larangan Eks Napi Nyaleg

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyesalkan sikap Partai Golkar yang tetap memasukan mantan napi korupsi ke dalam daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg). Pasalnya, pihak KPU telah mengingatkan partai politik (parpol) agar tidak mencalonkan orang pernah terlibat kasus korupsi, sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) 20/2018.

“Semua pihak tentu saja harus menghormati PKPU. Sebab PKPU sudah diundangkan. Artinya, semua pihak dianggap mengakui,” imbau Wahyu kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (19/7).

Wahyu berharap semua pihak menghormati PKPU tanpa terkecuali. Meski pun peraturan tersebut masih dalam proses uji materi di Mahkamah Agung (MA) oleh sejumlah pihak.

“Tetapi sepanjang belum ada putusan MA, maka terkait dengan PKPU 20/2018 itu, saat ini KPU tetap berpegang dan berpedoman kepada PKPU,” pungkasnya.

DPP Golkar mengakui partainya mencalonkan dua orang yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi. Keduanya adalah Ketua DPD I Golkar Aceh Teuku Muhammad Nurlif dan Ketua Harian DPD I Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono.

Nurlif terlibat kasus suap berupa travel cek saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom pada tahun 2004. Ia divonis 1 tahun 4 bulan penjara. Sementara Iqbal Wibisono terlibat korupsi dana Bansos Provinsi Jateng untuk Kabupaten Wonosobo tahun 2008. Ia divonis satu tahun penjara.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top