Pariwara
Kesehatan

Ini Gangguan Tidur Penyebab Kantuk Sepanjang Hari

KENDARIPOS.CO.ID — Mengantuk adalah kondisi yang sering terjadi akibat kurangnya tidur di malam hari. Bagi beberapa orang, rasa kantuk yang mereka alami tergolong ekstrem dan sulit untuk diredakan meskipun sudah istirahat yang cukup. Sebab mereka mengalami gangguan tidur di malam hari. Tak jarang, kondisi ini menghambat aktivitas sehari-hari. Jika sudah begini, maka harus waspada. Pasalnya, sering mengantuk sepanjang hari bisa jadi tanda masalah kesehatan tertentu.

Dalam keterangan tertulis hello sehat, Kamis (19/7), ada banyak hal yang membuat seseorang sering mengantuk berat. Akan tetapi, ada tiga jenis gangguan tidur yang paling umum menyebabkan mengantuk sepanjang hari, di antaranya:

1. Obstructive Sleep Apnea

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur paling umum yang memengaruhi banyak orang dewasa di dunia. Kondisi ini membuat seseorang sering berhenti bernapas beberapa kali ketika tidur. Hal ini bisa berlangsung selama 10-20 detik, dan mungkin saja terjadi hingga ratusan kali ketika seseorang tidur.

Karena orang dengan OSA sering terbangun dari tidurnya (meskipun mereka tidak menyadari mereka terbangun), akibatnya yaitu kualitas tidur mereka jadi terganggu. Buruknya kualitas tidur ini membuat orang dengan OSA sering merasa tidak bertenaga dan kurang produktif untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Gejala OSA yang paling mudah diamati adalah mendengkur. Selain itu, beberapa orang juga sering tersedak atau mengalami napas yang tersengal-sengal ketika tidur.

2. Narkolepsi

Narkolepsi juga merupakan salah satu gangguan tidur yang paling umum terjadi. Narkolepsi sendiri adalah suatu gangguan tidur kronis, ketika terjadi kelainan pada saraf yang menyebabkan seseorang tidak mampu untuk mengontrol siklus tidur atau bangun. Orang yang memiliki kondisi ini mengalami kesulitan dalam mengendalikan rasa kantuk, terutama di siang hari. Narkolepsi juga membuat seseorang kesulitan untuk tetap bangun dan terjaga dalam waktu yang lama. Akibatnya, mereka bisa tertidur kapan saja dan di mana saja meskipun sedang beraktivitas.

Sampai saat ini penyebab pasti narkolepsi masih belum diketahui. Namun, para ilmuwan menyakini bahwa narkolepsi dapat disebabkan karena kekurangan senyawa hypocretin (atau disebut juga orexin) dalam otak. Hypocretin adalan senyawa yang mengatur kesadaran ketika Anda terjaga serta keadaan REM saat Anda tertidur.

Meskipun belum ada penjelasan mengapa produksi hypocretin pada otak bisa berkurang, para peneliti menduga adanya hubungan antara hal tersebut dengan masalah autoimun. Gejala narkolepsi yang paling umum adalah rasa kantuk di siang hari yang berlebihan. Tidak hanya itu, orang dengan kondisi ini juga sering mengalami sleep attacks, yang membuat penderitanya dapat tertidur saat sedang bekerja bahkan berkendara. Ketika terbangun mereka tidak akan mengingat apa yang sudah terjadi.

3. Restless Legs Syndrome

Restless legs syndrome (RLS) adalah kelainan saraf yang menyebabkan seseorang tidak dapat mengendalikan pergerakan kakinya. Hal ini biasanya terjadi karena mereka merasa kaki tidak nyaman, kesemutan, ataupun rasa sakit yang tidak jelas sebabnya. Perasaan tidak nyaman ini juga dapat dirasakan pada lengan dan bagian tubuh lainnya.

RLS umumnya terjadi di malam hari pada waktu tidur atau saat seseorang siap-siap untuk tidur. Ini dapat mengganggu tidur yang menyebabkan kantuk di siang hari. Beberapa orang juga mengalami perasaan gelisah pada seluruh bagian kaki saat mereka duduk. Para peneliti mencurigai bahwa kondisi ini kemungkinan merupakan akibat dari ketidakseimbangan zat kimia di otak, yaitu dopamin, yang berfungsi untuk mengendalikan pergerakan otot.(ika/JPC)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top