Pariwara
Muna

Pemkab-Warga Muna Sepakati Pembangunan TPA

LAODE ALFIN/KENDARI POS
SEPAKAT : Suasana musyawarah rencana pembangunan TPA. Warga yang sempat menolak akhirnya sepakat dengan skema ganti rugi tanaman yang ditawarkan Pemkab Muna.

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana pembangunan tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah di Muna akhirnya menemui kata sepakat dengan warga yang menguasai lahan. Sebelumnya, rencana itu ditolak warga Kelurahan Wawesa dan Sidodadi. Mereka menuntut ganti rugi tanaman di lokasi lahan TPA. Mediasi pun dilakukan. Sekretaris Kabupaten (Sekab) Muna, Nurdin Pamone, memimpin langsung dialog dengan warga. Warga yang hadir meminta ganti rugi terhadap semua tanaman. Mereka juga meminta Pemkab memikirkan kompensasi lain atas lahan pekebunan yang sebelum menjadi tulang punggung ekonomi. “Pada prinsipnya kami meminta dipertimbangkan lahan maupun tanaman kami. Sebab kebun itu menjadi sumber pendapatan warga,” ujar Arifin, perwakilan warga, Rabu (18/7).

Selain ganti rugi tanaman, warga juga meminta Pemkab menjelaskan dampak lingkungan dari TPA. Sebab mereka khawatir lokasi pemukiman menjadi terancam sejumlah penyakit. “Takutnya anak cucu kami terpapar penyakil kulit ataupun gangguang pernapasan. Ini menjadi pertimbangan kami. Sekiranya pemerintah bisa menjelaskan Amdalnya,” tambah Arifin.

Atas pertanyaan tersebut, Nurdin Pamone menjamin masyarakat tetap dilibatkan dalam perencanaan TPA. Baik penggantian kerugian warga maupun dampak yang ditimbulkan. Ganti rugi tanamanpun sudah diestimasi oleh Pemkab sesuai standar produksi tanaman. Pemkab menyepakati, tanaman warga berupa jambu mete, jati, kelapa dan tanaman pangan lain diberi ganti rugi dengan nilai standar produksi.

“Prinsipnya warga tidak akan dirugikan. Nilai ganti rugipun tidak berbenturan dengan ketentuan dalam hal ini sesuai standar baku. Dinas Pertanian akan melakukan perhitungan dengan merujuk nilai produksi tanaman. Selain itu, tanaman juga tetap dimiliki petani,” jelasnya. Pembangunan TPA sendiri direncanakan di Kelurahan Wawesa dan Sidodadi dengan luas lahan delapan hektare. TPA dibangun di atas tanah pemerintah yang sempat dikelola warga. Proyek itu menghabiskan dana Rp 13,7 miliar. “Bantuan Kementeria Lingkungan Hidup,” kata Nurdin.

TPA tersebut akan meniru TPA Puuwatu di Kota Kendari. Pengelolaanya ramah lingkungan dan menjadi sumber biogas. Diketahui, Kabupaten Muna selama ini hanya memiliki TPA di Napabalano yang jaraknya 20 kilometer dari pusat kota. Hal itu membuat penanganan sampah terbengkalai. “Karena armada kita terbatas, sementara sampah harus diantar di pembuangan yang jaraknya puluhan kilometer. Makanya, TPA ini letaknya dalam kota akan memudahkan pengelolaan sampah,” argumennya. (c/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top