Pariwara
Hukum & Kriminal

Polda dan DPRD Gagal Mediasi Sengketa Lahan PT Baula, Warga Gugat Perdata

Keluarga almarhum Lamarota yang tanahnya diduga diserobot PT Baula mengadu ke DPRD Sultra. Foto Dok/KP

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan PT Baula Petra Buana (BPB) di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan hingga kini belum tuntas. Padahal, kasus yang melibatkan rumpun ahli waris Lamarota ini diproses sejak 2017 lalu. Pernah dimediasi Polda Sultra, namun tidak ada kelanjutannya.

Faktanya, hingga kini belum ada titik temu maupun ganti rugi lahan. Keluhan itu disampaikan salah satu keluarga rumpun ahli waris Lamarota, Arsanul Lapae. Namun, pihaknya tidak akan menyerah untuk mencari keadilan. “Kami tidak akan pernah menyerah. Saat ini masih kumpulkan data untuk tempuh jalur perdata. Kita lagi persiapkan berkas yang untuk pembuktian di pengadilan,” tegas Arsanul, kepada Kendari Pos, Selasa (17/7).

Arsanul menambahkan, sebelumnya sudah pernah membawa persoalan tersebut di DPRD Sultra. Hanya saja, saat itu pihak perusahaan mengaku memiliki sejumlah bukti pembelian. “Sudah pernah dihearing di DPRD Sultra, hanya belum ada titik temu. Makanya, kami akan tempuh jalur hukum perdata. Biar kita sama-sama tunjukkan bukti dan legalitas kepemilikan lahan,” jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum keluarga rumpun ahli waris Lamarota, Fendi menambahkan, kliennya masih berupaya menempuh keadilan. “Keluarga rumpun ahli waris akan menggugat secara perdata. Namun sampai sekarang belum ada kabar selanjutnya. Karena khusus di perdata, mereka siapkan khusus pengacaranya. Yang jelas kalau dugaan unsur pidana, sudah kita lakukan, termasuk upaya mediasi uji titik koordinat di lahan tersebut,” ungkapnya, kemarin.

Untuk diketahui, PT Baula Petra Buana yang beraktivitas di wilayah itu telah dilaporkan ke Polda Sultra atas dugaan penyerobotan lahan keluarga rumpun Lamarota dengan luas lahan sekira 43,17 hektar. Secara terpisah, Kuasa Hukum PT Baula Petra Buana, Algazali mengungkapkan, terkait adanya langkah hukum yang diajukan Arsanul Lapae dan kawan-kawan, pihaknya belum tahu menahu soal itu.
“Sampai sekarang belum ada pemberitahuan ataupun surat undangan dari pengadilan soal itu. Yang jelas, kalaupun ada, kita tetap akan hadapi,” katanya. Ia menambahkan, terkait proses upaya hukum perdata, pihaknya tetap akan memberikan keterangan sesuai bukti fakta yang dikantongi. “Intinya bahwa, kita tidak hanya mengandalkan pendapat saja, tapi sesuai fakta. PT Baula tidak menyerobot lahan warga. Kita punya bukti fakta semua soal itu,” tandasnya. (b/kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top