Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Lima Investasi Bodong Terdeteksi di Sultra, OJK Ingatkan Masyarakat

Ridhony Marisson

KENDARIPOS.CO.ID — Keberadaan inflasi dan suku bunga tabungan yang mulai stabil saat ini, cukup mendorong minat masyarakat untuk menginvestasikan uangnya melalui berbagai media. Sebelum berinvestasi, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih layanan investasi, utamanya yang menjanjikan keuntungan tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank OJO Sultra, Ridhony Marisson. Katanya, saat ini tercatat 22 perusahaan investasi bodong di Indonesia. Ini sesuai hasil investigasi OJK melalui Satgas Waspada Investasi yang beranggotakan 13 kementerian/lembaga terdiri dari OJK, Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Agama, Kemendikbud, Kemenristekdikti, Kejagung, Polri, BKPM dan PPATK.

“Mulai dari tingkat pemasaran berjenjang (MLM), cryptocurrency, investasi uang dan saham, pialang berjangka, forex serta usaha tour dan travel yang kesemua itu tidak berizin alias ilegal,” tukasnya.

22 perusahaan tersebut, lanjut Ridhony, dipastikan tidak memiliki izin usaha penawaran produk dan penawaran investasi sehingga berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal. “Dengan penambahan ini, jumlah entitas investasi bodong berjumlah 189 sejak tahun 2016,” ungkapnya.

Di Sultra, OJK telah melakukan identifikasi lima entitas investasi bodong, yaitu Marvodi Mondial Money Box (MMM), Koperasi Indonesia, Quetra World Indonesia, PT. Bitconnect Coin dan Swisscash yang saat ini sedang diproses hukum. “Sempat juga Dinar Dirham (investas emas) masuk list, namun tahun ini dikeluarkan karena sudah mendapat izin dari otoritas terkait,” tambahnya.

Pihak OJK Sultra bahkan telah menerima 12 pengaduan terkait investasi bodong yang terdiri dari 9 pengaduan secara walk in dan 3 pengaduan melalui korespodensi. Terkait berapa kerugiannya, OJK Sultra belum memperoleh angka yang pasti.

Untuk itulah, OJK Sultra kembali mengingatkan supaya masyarakat Bumi Anoa berhati-hati dalam berinvestasi. “Secara sedehana dapat melalui 2L (logis dan legal), kewajaran dalam berinvestasi dan periksa legalitas atau keberadaan izin yang diberikan otoritas terkait sebelum berinvestasi,” pungkas pria berkaca mata ini. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top