Pariwara
HEADLINE NEWS

Menempuh Pendidikan di Konsel, Seberangi Sungai 100 Meter, Jalan Kaki 2 Kilometer

DEMI MURID: Salah satu guru SDN 07 Ranomeeto Barat, Pitter tak kenal lelah dan rela seragamnya basah demi membantu muridnya menyeberangi sungai Konaweeha dengan rakit seadanya menuju sekolah, kemarin. Anak-anak ini tinggal di dusun III, Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, Konawe Selatan. Foto: Kamal/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Semangat menempuh pendidikan anak-anak dusun III, Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, Konawe Selatan begitu luar biasa. Tidak peduli medan sulit harus ditempuh dan butuh waktu berjam-jam untuk sampai sekolah, mereka tak menyerah. Untuk bisa sampai di SDN 07 Ranomeeto Barat, mereka harus menyeberangi sungai sepanjang 100 meter dengan rakit seadanya, serta berjalan kaki sejauh dua kilometer.

Ketika fajar mulai menyingsing di langit Desa Laikandonga, tampak sejumlah anak yang berpakaian putih merah sudah berjejer rapi di pinggir sungai. Tanpa dikomando, mereka langsung menaiki perahu rakitan yang bahannya dari gabus dan batangan kayu seadanya. Itulah satu-satunya tumpangan yang bisa mengantarkan mereka menuju sekolah.

Tak lama kemudian, ada guru mereka bernama Pitter tiba dan langsung menarik tali perahu yang sudah stand by di pesisir sungai. Tiap satu kali menyeberang, perahu rakitan itu hanya bisa memuat 8-10 orang. Itupun hanya untuk anak-anak belasan tahun. Sementara murid yang mengantri mencapai seratusan orang. Namun bagi Pitter, itu bukan masalah.

Dia akan terus pulang balik mengantar mereka ke seberang, sampai murid-muridnya habis diangkut. Terkadang, ada juga beberapa warga atau orang murid datang membantu. Anak-anak ini adalah murid sekolah dasar (SD) dari seberang dusun III yang akan pergi ke sekolah, tepatnya di SDN 07 Ranomeeto Barat.

Tiap hari, mereka harus menyeberangi sungai sepanjang 100 meter dengan rakit seadanya. Tantangan untuk sampai sekolah bukan hanya itu, mereka juga mesti berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk sampai ke sekolah. Begitu setiap harinya. “Ada 108 siswa yang sekolah di seberang,” ujar Pitter saat ditemui, rabu (11/7).

Wali Kelas V di SD 07 Ranomeeto Barat itu mengungkapkan, sebenarnya, kondisi sungai tersebut dulu masih bisa diseberangi dengan berjalan kaki. Meskipun sejumlah murid harus menanggalkan pakaian mereka, ditakutkan nanti basah karena air sungai jika normal ketinggian hanya setinggi paha orang dewasa. Namun, pasca banjir melanda wilayah itu, debit air naik dan melebar hingga 100 meter. Ke dalammnya mencapai 20 meter. Sehingga pihaknya harus ekstra hati-hati saat menyeberangi sungai Konaweeha itu.

1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top