Pariwara
Konawe Utara

Kapal Asing Berlabuh di Perairan Konut

HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
KAPAL ASING : Beberapa Vessel terlihat berlabuh di Perairan Morombo, Lasolo Kepulauan dan diduga melakukan aktivitas bongkar muat tambang. Namun pihak instansi teknis beralasan, kapal asing yang sandar tersebut untuk menghindari cuaca buruk.

KENDARIPOS.CO.ID — Sudah sepekan ini, ada sejumlah vessel asing berlabuh di perairan Teluk Morombo, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara (Konut). Kapal pengangkut tersebut diduga melakukan aktivitas bongkar muat untuk kegiatan pertambangan. Sayangnya, keberadaan aktivitas empat kapal yang dimaksud tak diketahui pihak Dinas Perhubungan Konut dan Syahbandar Molawe.

Para penggiat lingkungan di Konut menilai ada “main mata” antara Dishub Konut, Syahbandar Molawe dan pihak agen kapal yang berlabuh di Perairan Morombo. “Saat ini ada empat vessel yang berlabuh di Blok Morombo. Informasi dari kantor Syahbandar Molawe, vessel tersebut hanya sekadar berlabuh menghindari ombak besar di Perairan Motui,” ujar Ketua Lembaga Peduli Tambang (Lempeta) Konut, Ashari, Rabu (11/7).

Namun argumen tersebut dianggap tidak tepat. Ia menduga, keberadaan empat kapal di wilayah Morombo ada misi terselubung. Sebab, informasi yang dihimpun dari warga sekitar, ada aktivitas bongkar muat. “Alasan itu tidak rasional, karena tak diketahui Pemkab Konut. Tanpa ada koordinasi dengan Dishub, berarti itu ilegal. apalagi ada aktivitas bongkar muat di sana,” kritik Ashari. Diketahui, kapal kargo pemuat bahan konstruksi pabrik serta terdapat kapal khusus yang memuat feronikel.

“Merujuk pada Perda nomor 15 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha atau kegiatan, Pemkab berhak memungut PAD baik tambat labuh maupun angkutan komoditas yang dihitung setiap tonase. Apalagi ini kapal asing, hitungannya jelas menggunakan dolar. Artinya Pemkab Konut kecolongan karena tidak mendapatkan PAD,” sindir Ashari. Dikonfirmasi terpisah Wakil Bupati Konut, Raup, geram dengan kegiatan vessel di otoritanya. Semestinya pihak agen kapal melaporkan jika ingin berlabuh di Perairan Morombo. “Bukan langsung nyelonong tanpa berkoordinasi. Kalau tidak melapor, pasti ada kecurigaan,” ujar Ketua DPD II PAN Konut itu.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Danposal dan Syahbandar Molawe termasuk Dishub Konut untuk melakukan pemantauan. Apalagi kapal-kapal tersebut berada dalam di Pesisir Morombo. “Nanti saya hubungi mereka supaya dipantau. Jangan sampai ada aktivitas di sana. Jangan sampai ada Narkoba, itu patut kita curigai. Nanti saya koordinasikan sama mereka,” ujar Raup ketika dihubungi, rabu (11/7).

Kadishub Konut, Aris L, mencoba menepis tudingan bila ada aktivitas bongkar muat vessel. Ia mengaku keberadaan kapal-kapal itu hanya sekadar menghindari gelombang besar di Perairan Motui. “Kapal itu berlindung di Morombo. Lagian tidak ada aktivitas. Apalagi adakah izin ekspor dari Konut,” argumen Aris L. Menurutnya, beberapa kapal sudah pergi meninggalkan perairan. “Dua sudah berangkat, selebihnya masih berlindung,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Syahbandar Molawe, Bahar, justur mengaku tak tahu menahu masalah keberadaan vessel di Morombo. Sebab, kegiatan keagenan kapal langsung ditangani Syahbandar Langara yang masih dalam wilayah kerja Syahbandar Molawe. “Izinnya itu yang keluarkan kepala kantor (Syahbandar Langara). Syabandar Molawe itu dibawah kendali Langara,” ujarnya. Bahar juga mengaku kapal-kapal tersebut hanya sekadar berlindung dari cuaca buruk tanpa ada kegiatan bongkar muat. (b/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top