Pariwara
Muna

1.400 Hektare Lahan Mete di Muna akan Direvitalisasi

KENDARIPOS.CO.ID — Produktivitas hasil perkebunan masyarakat di Muna akan semakin ditingkatkan. Salah satu yang paling potensial ialah jambu mete. Melalui program revitalisasi perkebunan mete, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemkab berencana memaksimalkan produksi lokal hingga mencapai 10 ribu ton lebih. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Muna, La Ode Hamalin, mengatakan, program tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian RI dengan menyediakan bibit jambu mete, pupuk dan dana pembersihan lahan. Revitalisasi sendiri menargetkan 1.400 hektare perkebunan mete milik masyarakat.

“Jadi pusat (Kementan) bantu menyediakan bibit mete unggulan dan pupuk. Masyarakat didorong meremajakan jambu metenya. Dana pembersihan lahan ditanggung pemerintah, yang penting masyarakat mau mengerjakan sendiri. Nanti ada pendampingan dari penyuluh,” jelasnya, Selasa (10/7). Ia melanjutkan, jika revitalisasi mete itu berhasil produksi bisa dicapai hingga 3.400 ton. Jumlah itu diperkirakan bisa meningkatkan produksi mete daerah hingga 10.000 ton. “Tahun 2017 lalu mencapai 6.337 ton dari 24.964 hektare lahan. Jadi kalau ini berhasil capaiannya bisa bertambah lagi,” paparnya.

Kendati begitu, program revitalisasi mete diakui tik berjalan mudah. Sebagian masyarakat petani masih enggan menebang pohon mete di pertengahan tahun produksi. Sebabnya, petani sedang menghadapi musim panen yang menurun pada September hingga Desember mendatang. “Kalau ditebang sekarang, mereka tidak bisa panen lagi. Jadi petani dianggap merugi. Padahal program ini justru untuk membantu petani meningkatkan pendapatan. Hanya memang perlu bersabar,” sambungnya.

Hamalin sendiri optimis komoditi mete Muna memiliki prospek ekonomi tinggi. Belum lama ini, Kementerian Hukum dan HAM mematenkan jambu mete Muna sebagai unggulan nasional karena kualitasnya. Mete Muna terkenal gurih dan renyah dikonsumsi karena tumbuh di tanah dengan kadar air rendah. Pasar mete bahkan sudah mencapai negara Vietnam, Thailand, Arab Saudi, India dan ke Benua Eropa. “Makanya kami dorong masyarakat untuk membudidayakan mete. Nilai ekonominya sangat tinggi,” pungkasnya. (c/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top