Pariwara
Kolom

Selamat Datang Pemimpin Baru, Oleh: Prof. Hanna

Dalam dunia politik, nasihat Pericles bisa menjadi motivasi. Dia pernah berkata begini: Hanya karena Anda tidak berminat mengambil bagian dalam politik. Itu tidak berarti bahwa politik tidak akan mengambil minat Anda. Artinya, dalam praksis politik, tidak penting ada perbedaan antara tidak berpikir, diam saja, atau pura-pura tak mendengar, berlagak netral dan sok filosofis.

Perlu dipahami, dunia politik mengandung konsep one man one vote. Sama kalau ketidakhadiran adalah nihil. Oleh karena itu, dalam pandangan politik, masalah tersebut perlu menjadi satu rujukan bahwa mereka yang diam, netral dan tidak memilih, adalah satu tindakan yang keliru. Sebab, akan melahirkan atau setidaknya meloloskan pemimpin-pemimpin yang tidak sependapat dengannya, dan itu merupakan pilihan yang menyedihkan.

Coba kita bayangkan, jika pemimpin yang terpilih ternyata tidak mewakili keinginan rakyat, maka lima tahun lamanya penderitaan itu kita alami. Sebagai pemimpin baru yang menakhodai negeri ini, perlu merenungkan nasihat Imam Al-Gazali, sang Hujjatul Islam. Dalam itab Ihya’ Ulumuddinjuz II, dia berkata: Sesungguhnya, kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan para penguasanya. Dan kerusakan penguasa disebabkan oleh kerusakan ulama. Dan kerusakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan. Dan barangsiapa dikuasai oleh ambisi duniawi tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan”.

Imam Algazali juga memberi nasehat, bagaimana cara menjalankan sebuah sistem ketatanegaraan yang mempertimbangkan adab untuk kemaslahatan bersama. Demikian juga nasihat Berthold Brecht (1898 – 1956), seorangpenyairJerman. Dia juga dramawan, dan sutradara teater. Dia pernah mengatakan begini: Buta yang terburuk adalah buta politik.

Dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh. Mereka tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir WTS, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional yang menguras kekayaan negeri. (*)

2 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top