Pariwara
Kolom

Selamat Datang Pemimpin Baru, Oleh: Prof. Hanna

Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Pemilihan kepala daerah serentak baru saja selesai dilaksanakan. Khusus lingkup Sulawesi Tenggara (Sultra), pilkada berlangsung aman, lancar dan kondusif. Beda sekali dengan lima tahun lalu yang penuh dengan intrik dan sulit diterka pemenangnya. Bahkan, sampai berlanjut hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ini berarti, cara pandang masyarakat Sultra terhadap pemilihan kepala daerah sudah semakin dewasa. Bahwa, siapapun yang terpilih, maka harus didukung. Demikian juga calon yang kalah dapat menerima hasil perhitungan suara dengan lapang dada. Artinya, siap kalah dan siap untuk tidak menggugat. “Semua Kita Basodara” begitu jargon masyarakat Manado.

Peristiwa kemenangan itu, sama halnya dengan kisah nabi Ibrahim yang dibakar oleh Raja Namrud. Lalu seekor burung Pipit datang dan menyiram kan air serta mengepak sayapnya, berharap api yang membakar Ibrahim cepat padam. Namun disisi lain, ada seekor cicak yang tertawa dan mencibir melihat kelakuan burung Pipit. “Hai Pipit, kamu binatang paling bodoh yang saya tahu. Kenapa? Karena paruhmu yang kecil itu hanya bisa menghasilkan beberapa tetes air saja. Mana mungkin bisa memadamkan api itu” ejek si Cicak.

Namun burung Pipit menanggapi santai ejekan cicak. “Wahai cicak, memang saya sadari bahwa tak mungkin bisa memadamkan api yang besar itu. Tapi aku tak mau jika Allah melihatku diam saja saat sesuatu yang Allah cintai di zhalimi. Allah tak akan melihat hasilnya apakah aku berhasil memadamkan api itu atau tidak. Tapi Allah akanmelihat dimana aku berpihak,” katanya.

Cicak pun terus tertawa. Dan sambil menjulurkan lidahnya kearah burung Pipit, ia berusaha meniup api yang membakar Nabi Ibrahim AS. Memang tiupan cicak tak ada artinya atau tak menambah besar api yang membakar Nabi Ibrahim AS. Tapi Allah melihat dimana ia berpihak.
Dari ceirta singkat tersebut kita dapat memetik maknanya bahwa mungkin pasangan yang kita pilih akan kalah tenar, dan tidak menang. Satu suara dari kitapun mungkin tidak akan membuat pasangan yang kita pilih lolos dan menentukan.Tapi ibaratkan kita seperti burung Pipit, jika kelak dimintai pertanggungjawaban, Allah tahu di mana kita berpihak.

Sebab, sebagai orang beriman, yang memahami kodratnya sebagai manusia ciptaanTuhan, lalu diberikan akal, pikiran pasti memahami bahwa calon yang terpilih pasti sudah tertulis di Lauhul Mahfudz-Nya. Dalam dunia politik kemenangan adalah tujuan akhir dari sebuah perjuangan. Dengan cara apapun juga bisa ditempuh.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top