Pariwara
Politik

Gerindra – PKS Diprediksi Bakal Pecah Kongsi

KENDARIPOS.CO.ID — Pengamat politik Muradi memprediksi Gerindra dan PKS bakal pecah kongsi, jelang pendaftaran pasangan bakal capres – cawapres untuk Pilpres 2019, 4-10 Agustus mendatang. Pemicunya, kemungkinan karena hasil Pilkada 2018 yang digelar di 171 daerah, kurang memuaskan bagi kedua parpol.

“Saya malah memprediksi hubungan harmonis Gerindra-PKS bakal pecah kongsi karena PKS juga memiliki banyak opsi memilih koalisi di luar yang ditawarkan Gerindra,” ujar Muradi kepada JPNN, Senin (9/7).

Pengajar di Universitas Padjadjaran ini juga menyebut pernyataan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi memilih mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019, kemungkinan mempengaruhi hubungan harmonis antara Gerindra dan PKS ke depan.

Sikap TGB kemungkinan baru berpengaruh, jika PKS melihat tanda-tanda adanya perubahan pilihan masyarakat NTB. Dari sebelumnya mayoritas memilih Prabowo di Pilpres 2014 lalu, berpindah memilih Jokowi di Pilpres 2019.

“Secara politik sebenarnya manuver TGB tidak terlalu istimewa dan berpengaruh pada koalisi PKS-Gerindra. Tapi, kalau kemudian dibaca itu diikuti migrasi pilihan masyarakat TGB, tentu akan berpengaruh,” pungkas Muradi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon tidak mempersoalkan langkah Gubernur NTB TGB Zainul Majdi berbalik mendukung Jokowi. Fadli menegaskan bahwa TGB Zainul bukanlah kader Gerindra, sehingga boleh saja mendukung petahana. “Tidak ada masalah, kan dia bukan kader Gerindra juga,” tegas Fadli di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7).

Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menegaskan, setiap orang berhak menentukan pilihan. Menurut Fadli, pilihan itu tergantung dengan keyakinan politik setiap orang.

Fadli memastikan dukungan yang diberikan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, itu tidak akan menggerus suara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di NTB. Sebab, kata dia, kemenangan Prabowo di NTB pada pilpres 2014 lalu itu karena pilihan masyarakat itu sendiri.

“Saya kira yang memilih waktu (pilpres 2014) di NTB itu masyarakat NTB sendiri. Saya kira masayrakat NTB adalah masyarakat yang cukup jeli dan tegas memilih siapa calon pemimpin,” katanya.(boy/gir/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top