Pariwara
Metro Kendari

Obat dan Makanan Berbahaya Marak Beredar di Sultra

PRODUK BERBAHAYA : Suasana sosialisasi mewujudkan pengawasan obat dan pangan aman di Kolut yang dihadiri Pj Sekab, Ashar (kiri), termasuk Anggota DPR RI, Hj. Tina Nur Alam, Wabup Kolut, H. Abbas dan Kepala BPOM Sultra, Leonard Duma. Foto: Muhammad Rusli/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Keberadaan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) secara lembaga terus menjadi andalan dalam melakukan pengawasan. Di Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya, Kepala BPOM, Leonard Duma, mengungkapkan, sampai Juni lalu, pihaknya telah menangani tujuh kasus pelanggaran pidana. Tentunya ia tidak ingin menekankan hanya pada persoalan hukum semata, namun bagaimana meminimalisir peredaran produk-produk berbahaya itu di lingkungan masyarakat.

“Ini karena persaingan tidak sehat oleh produsen yang ditunjang banyaknya permintaan masyarakat. Sekarang dalam masa masyarakat ekonomi Asean, produk-produk luar negeri bebas masuk ke Indonesia,” bebernya saat menghadiri sosialisasi mewujudkan pengawasan obat dan pangan aman di Kolaka Utara (Kolut), Sabtu (7/7).

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan menekan peredaran barang yang tak jelas, masyarakat harus punya pengetahuan. “Jangan menerima barang tanpa mengkroscek terlebih dahulu, utamanya dari segi kelegalan dan keamanan. Termasuk kosmetik khususnya pemutih kulit yang marak beredar. Tidak ada pemutih yang tak berbahaya jika di luar penanganan medis. Ada baiknya sebelum menggunakan dikonsultasikan pada ahlinya agar tidak justru menjadi penyakit,” terangnya.

Ia juga menyinggung keberadaan sebuah salon yang kerap digandeng dengan penjualan kosmetik sehingga berprofesi ganda. Padahal, mereka bukan ahli dalam menangani hal tersebut. “Salon ya salon, kosmetik lain juga, sama juga dengan apotik, jangan dicampur,” sindirnya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Hj.Tina Nur Alam yang mendukung gerakan peningkatan kesehatan masyarakat juga hadir dalam kesempatan tersebut. Sebagai perwakilan rakyat dari Dapil Sultra, ia sudah berjalan bersama di seluruh wilayah untuk mengedukasi cara mengenal produk legal dan ilegal. “Pemprov Sultra juga harus terus berbenah bekerja sama dengan semua pihak. Kolut strategis sebagai pintu masuk produk obat dan makanan berbahaya karena berbatasan dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah,” timpalnya.

Khusus menyangkut produk kosmetik, ia juga mengingatkan pada kaum perempuan agar tidak gampang terbuai dengan iklan-iklan, seperti pemutih instan. Memang ada yang terbukti dalam sebulan putih, namun juga mengundang bahaya bagi kulit yang ujungnya penyesalan. “Putih sesaat deritanya berkepanjangan. BPOM sudah membuktikan yang didalamnya banyak mengandung bahan merkuri,” katanya mengingatkan.

Soal maraknya informasi terkait susu kental manis, Tina meminta masyarakat untuk mengetahui, karena sebagian besar merupakan gula yang dilarutkan hingga 94 persen. Pihak produsen tak memiliki izin dari BPOM. “Berbahaya. Apalagi untuk anak-anak,” tegasnya. Wakil Bupati Kolut, H. Abbas, mengakui potensi masuknya obat dan makanan ilegal melalui wilayahnya sebagai daerah perbatasan. Ia meminta seluruh petugas kesehatan menerapkan pelayanan obat dan makanan berstandar ke masyarakat. “Yang punya apotik maupun mini market harus mengikuti aturan. Pemilik toko kosmetik juga harus menjual produk resmi saja yang mendapat rekomendasi BPOM,” tandasnya, mengingatkan. (b/rus)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top