Pariwara
Kolaka Utara

Jaga Kepercayaan Petani, Pengawasan Dimaksimalkan, Bupati Kolut Genjot Revitalisasi Kakao

Nur Rahman Umar

KENDARIPOS.CO.ID — Guna memastikan program revitalisasi Kakao berjalan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) membentuk tim khusus (timsus). Tim ini diperlukan guna melakukan pengawasan di lapangan. Bahkan, distribusi bibit tanaman perkebunan dikroscek langsung, terutama menyangkut penerima dan lokasi penanamannya.

Bupati Kolut, H. Nur Rahman Umar menegaskan, saat ini progres revitalisasi Kakao berjalan lancar. Bibit Kakao yang disemai di tiga wilayah diupayakan siap sebar di akhir Desember. Meski program tersebut sharing dengan ADD dan DD, namun tetap akan diawasi progresnya di lapangan. “Setiap desa ada pendamping serta tim sembilan yang terdiri dari unsur pemda di lapangan. Kita genjot supaya revitalisasi Kakao lebih cepat,” ungkap Nur Rahman saat ditemui di ruang kerjanya, rabu (5/7).

Program revitalisasi Kakao memang sharing dengan dana kementerian. Dimana untuk pemda melalui APBD-nya mencakup 3.200 bibit dan APBN sebanyak 2.000 bibit yang disemai di Pakue Tengah. Meski APBN ditangani langsung desa bersangkutan namun pemkab juga melakukan pengawalan. “Memang secara teknis kami (pemkab) tidak mencampuri lebih jauh. Namun kami tidak akan pasif dan tetap mengawalnya, karena itu menyakut kepentingan masyarakat, khususnya petani,” jelasnya.

Sebab, dalam proses pendistribusian bibit dari APBN tersebut, melibatkan pemda. Rata-rata progres pembibitan yang ditangani pemkab secara langsung menggunakan APBD sejauh ini sudah berjalan 90 persen. “Petani siap tanam bibit disebar. Untuk penebangan Kakao tua tidak memakan waktu lama. Karena menggunakan chain saw (gergaji mesin) dan sebagian sudah dilakukan,” tuturnya.

Bagaimana cara memastikan penyaluran tepat sasaran? Nur Rahman sudah mengancang-ancang langkah-langkah tersebut sedari awal. Para petani yang terdaftar dalam program tersebut tidak serta merta langsung diberi bibit sesuai laporannya. Pemkab terlebih dahulu mengecek identitas penerima sekaligus luas lahan di lapangan yang dimiliki untuk dicocokan jumlah bibit yang bisa diterima.

“Bisa kan laporannya dua hektar yang sebenarnya hanya satu hektar hingga sebagian bibitnya mereka jual. Saya tidak mau dan harus dicek sampai ke kebunnya,” tegasnya. Selain bibit, petani juga diedukasi dan dibagikan pupuk gratis. “Tugas kami (pemerintah) memfasilitasi masyarakat. Keliru jika kami beri cuma-cuma namun mereka yang tidak mau kan. Itu sama halnya menolak rejekinya sendiri,” ucapnya menekankan. Bantuan pupuk yang disiapkan pemerintah tentunya untuk petani kakao yang terlibat dalam program revitalisasi. Masyarakat juga diminta mengawasi jika ada yang menerima bantuan itu namun tidak terlibat dalam program itu di 15 kecamatan yang ada. (b/rus)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top