Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Cuaca Ekstrim, Dorong Inflasi di Sultra, Harga Kelompok Bahan Makanan Jadi Pemicu

Minot Purwahono

KENDARIPOS.CO.ID — Pada Juni 2018 lalu, Sultra mencatatkan inflasi sebesar 1,99 persen(mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 1,06 persen (mtm). Peningkatan inflasi tersebut terutama didorong oleh peningkatan harga pada kelompok bahan makanan dan kelompok administered price, ditengah terkendalinya tekanan inflasi pada kelompok inflasi inti.

Secara spasial, Kota Kendari dan Kota Baubau mencatatkan inflasi masing-masing sebesar 2,01 persen (mtm) dan 1,94 persen (mtm). Dengan kondisi tersebut, inflasi tahunan Sultra tercatat sebesar 1,79 persen (yoy) dengan inflasi tahunan untuk Kota Kendari sebesar 1,07 persen (yoy) dan Kota Baubau sebesar 3,75 persen (yoy).Sementara itu inflasi nasional pada bulan Juni tercatat sebesar 0,59 persen (mtm), dan dengan demikian inflasi tahunan tercatat sebesar 3,12 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, Minot Purwahono, mengungkapka bahwa cuaca ekstrim yang melanda wilayah Sultra sejak bulan Mei mendorong peningkatan tekanan inflasi pada kelompok komoditas bahan makanan bergejolak (volatile food- VF). Pada periode Juni 2018, kelompok ini mencatatkan inflasi sebesar 5,90% (mtm)lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 3,83% (mtm).

“Inflasi pada kelompok volatile food tersebut terutama didorong oleh peningkatan harga pada sub kelompok komoditasikan segar, sayur-sayuran dan daging. Komoditas ikan segar yang mendorong inflasi utamanya adalah ikan cakalang, ekor kuning, kembung, layang dan teri yang banyak dikonsumsi masyarakat Sultra,” terangnya, dalam rilis beberapa waktu lalu.

Menurut Minot, kondisi perairan di wilayah Sultra yang kurang bersahabat (ombak tinggi) dan momentum Idul Fitri menyebabkan terbatasnya aktivitas nelayan di Sultra sehingga berdampak pada berkurangnya pasokan ikan di pasar. Sedangkan komoditas pada sub kelompok sayur-sayuran yang mencatatkan inflasi adalah bayam, kangkung, sawi hijau, terong panjang dan tomat sayur.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan produksi di sentra produksi mengalami penurunan. Selain ikan dan sayur-sayuran komoditas daging sapi dan daging ayam juga mencatatkan peningkatkan inflasi dari bulan sebelumnya seiring peningkatan permintaan untuk perayaan Idul Fitri. inflasi yang lebih tinggi pada kelompok volatile food tertahan oleh berlanjutnya deflasi pada komoditas beras, bawang merah, cabai merah dan cabai rawit,” jelanya.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top