Pariwara
HEADLINE NEWS

Upacara HUT, Peserta Kompak Berkostum Adat, Rusman Emba: Muna Maju Lewat Budaya

PAKAI BAJU ADAT: Bupati Muna, LM Rusman Emba (kelima dari kiri) dan wakil Bupati, Malik Ditu (keenam dari kiri) bersama jajaran kompak pakai baju adat saat menggelar upacara HUT ke-59 Kabupaten Muna, rabu (4/7). Foto: La Ode Alfin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Langkah LM Rusman Emba tampak tegap saat memasuki lapangan upacara dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-59 Kabupaten Muna, rabu (4/7). Mengenakan pakaian khas adat Muna (warna perpaduan hijau- hitam), Bupati Muna itu terlihat sangat berwibawa. Wakil Bupati Muna, Malik Ditu dan Sekretaris Kabupaten (Sekab), Nurdin Pamone juga berpenampilan senada. Nuansa budaya terasa sangat kental.

Peringatan HUT Muna kali ini sengaja mengambil tema budaya. Ada pesan khusus yang ingin disampaikan Rusman Emba kepada masyarakat Muna dan Sultra pada umumnya. Mantan Ketua DPRD Sultra ini menegaskan, pembangunan daerah yang dilakukan Pemkab selalu berbasis pada budaya tanpa mengabaikan modernitas. Tidak juga semata mengejar kemajuan secara fisik, melainkan penguatan budaya yang menjadi landasan pacu pembangunan di semua lini.

“Kita ingin Muna kembali ke jati dirinya sebagai suatu entitas masyarakat yang besar dengan kekayaan khasanah budaya. Kita belajar dari sejarah dan menyerap spirit kejayaan masa lalu. Sehingga koridor pembangunan kita selalu berjalan di atas kearifan lokal,” ungkap Rusman Emba. Suami dari Yanti Setiawati ini memaparkan, salah satu wujud komitmen Pemkab pada budaya yakni pembangunan kompleks perumahan adat yang menjadi perwujudan kejayaan sejarah. Ia mengatakan, membangun simbol budaya berarti membangkitkan memori generasi terhadap falsafah dan nilai hidup para leluhur. Untuk itu, selain mendirikan bangunan adat, dirinya juga menanamkan perilaku cinta budaya dalam lingkup pemerintahan.

Bupati Muna, LM Rusman Emba memimpin upacara peringatan HUT ke-59 Kabupaten Muna, rabu (4/7). Foto: La Ode Alfin/Kendari Pos

“Salah satunya juga dengan bangga mengenakan pakaian adat. Kami ingin sampaikan, Muna saat ini sudah bangkit dan sedang menata peradabannya. Lewat budaya, Muna akan semakin maju lagi,” jelasnya. Ketua Forum Komunikasi Putra dan Putri Purnawirawan (FKPPI) Sultra itu tidak memungkiri, banyak hal yang belum diwujudkannya untuk masyarakat Muna. Diantaranya pasar yang memadai, terminal yang representatif, jalan mulus dan rumah sakit yang nyaman. Kendati begitu, seluruh program tersebut saat ini sudah mulai dikerjakan. Pemkab hanya membutuhkan waktu untuk merealisasikannya.

“Kita sudah pada jalur yang tepat. Pembangunan tentu belum merata di semua lini. Tetapi yang pasti prosesnya sudah mengarah ke sana. Saya baru menyelesaikan satu tahun anggaran, masih ada empat tahun anggaran lagi. Semua akan terlihat di penghujung periode,” terangnya. HUT ke-59 Kabupaten Muna belum dirangkaikan dengan pameran pembangunan. Kegiatan itu baru akan dilakukan Agustus nanti, bersamaan dengan peringatan HUT Kemerdekaan. Pada Rabu (4/7) kemarin, Pemkab hanya menggelar ziarah ke makam pahlawan, sidang paripurna istimewa di DPRD Muna. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan halalbihalal di rumah jabatan Bupati Muna pada malam harinya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top