Pariwara
Konawe Utara

Lahan Pertanian di Konut Rusak, Panen Terancam Gagal

HELMIN TOSUKI-KAMALUDDIN/KENDARI POS
BANJIR : Kondisi lahan pertanian warga Kecamatan Oheo, Konut yang masih terendam banjir (foto kiri). Di Konsel, area persawahan warga longsor akibat pelebaran aliran sungai.

KENDARIPOS.CO.ID — Musibah banjir yang melanda sebagian wilayah di Konawe Utara (Konut) menjadi nestapa bagi para petani pada sejumlah desa. Ratusan hektare sawah dan lahan pertanian mengalami rusak parah dan gagal panen akibat terendam banjir selama sepekan lebih. Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut, tak kurang dari 480 hektare sawah terendam banjir. Mulai dari di Kecamatan Landawe 80 hektare, Langgikima 70 hektare, Oheo 120 hektare, Asera 110 hektare dan Andowia ada 100 hektare.

“Total sawah warga Konut secara keseluruhan yang terendam banjir berjumlah 480 hektare yang tersebar pada lima kecamatan,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Konut, Djasmidin, rabu (4/7). Pihaknya tak bisa berbuat banyak dengan kondisi areal persawahan milik warga Konut. BPBD telah melaporkan kondisi petani dengan mengirim data serta foto areal persawahan warga ke Pusat Informasi BNPB RI. Pemkab Konut melalui BPBD berharap ada bantuan yang diberikan para pelaku usaha maupun donatur untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir.

“Hujan disertai angin kencang juga melanda Kecamatan Andowia. Kita berdoa saja tak ada korban jiwa. Semoga bencana banjir ini cepat berlalu. Karena berimbas dengan pasokan pangan yang sudah menipis dan ekonomi warga yang lesu,” harap Djasmidin.

Di Konawe Selatan, luapan air Sungai Anggotawe di sepanjang Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, juga mengakibatkan sejumlah sawah warga terendam. Menurut keterangan warga Kelurahan Potoro, Asrun, longsor terjadi pada persawahan akibat perluasan sungai yang pernah dilakukan pemerintah setempat. “Perluasan sungai sudah lama, katanya untuk mengantisipasi banjir, tapi ternyata merugikan kami,” keluh petani yang sawahnya mengalami longsor itu.

Sebelumnya, pihak Dinas PU telah menganggarkan pembangunan talut dan bronjong di bantaran sungai itu. Namun sampai saat ini belum pernah terealisasi. Keluhan serupa diungkapkan Hasrudin yang juga jadi korban longsor. Ia berharap agar pemerintah segera mengambil solusi atas bencana yang menimpa sejumlah hektare sawah di wilayah itu. “Kita inginkan ada tindaklanjut dari pemerintah. Tolong perhatikan kami di sini. Karena ini sawah satu-satunya yang sumber kehidupan kami,” pintanya. (b/min/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top