Pariwara
Nasional

Bikin Standar Baru Angka Kecukupan Gizi

Laksana Tri Handoko

KENDARIPOS.CO.ID — Salah satu rekomendasi gelaran Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI 2018 adalah merevisi angka kecukupan gizi (AKG). Nilai AKG yang terbaru lebih besar dibandingkan rekomendasi serupa yang dikeluarkan pada 2004 lalu. Rekomendasi dalam WNPG 2004 lalu, rata-rata konsumsi kalori 2.000 kkal/kapita/hari dan angka kecukupan protein (AKP) 52 gr/kapita/hari.

Dalam penutupan WNPG XI 2018 yang digelar di Jakarta rabu (4/7) nilai angka kecukupan gizi itu diubah. Untuk rata-rata kalori dinaikkan menjadi 2.100 kkal/asupan dan angka kecukupan protein naik jadi 57 gram/kapita/hari. Selanjutnya angka kecukupan gizi ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan. Patokan terbaru angka kecukupan gizi ini bakal menjadi masukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan kajian terhadap angka kecukupan gizi merupakan salah satu agenda rutin di setiap kegiatan WNPG. ”Rekomendasi WNPG tahun ini ada peningkatan angka kecukupan gizi. Baik itu untuk kalori maupun protein,” kata Handoko usai menutup WNPG.

Dia menjelaskan angka kecukupan gizi itu nantinya menjadi salah satu acuan dalam menghitung penduduk miskin di Indonesia. Dia menjelaskan nilai baru angka kecukupan gizi bakal digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung penduduk miskin di Indonesia. Masyarakat yang tidak bisa mencapai patokan angka kecukupan gizi tersebut, bisa masuk kategori miskin.

Handoko menuturkan ada sejumlah pertimbangan dalam menaikkan angka kecukupan gizi tersebut. Diantaranya adalah tuntutan zaman. ”Setiap periode harus dinaikkan. Karena tuntutan hidup semakin tinggi. Kalau dulu gizi sedemikian sudah cukup,” jelasnya.

Dia menegaskan yang angka kecukupan gizi yang dikeluarkan itu baru sebatas patokan. Nantinya akan menjadi acuan dalam mengukur tingkat ekonomi masyarakat Indonesia. Menurut Handoko angka kecukupan gizi itu merupakan salah satu indikator dasar ekonomi sebuah keluarga.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 rata-rata konsumsi kalori nasional masih di angka 1.152,64 kkal/kapita/hari. Sementara untuk asupan proteinnya di angka 62,2 gr/kapita/hari. Dengan demikian rata-rata angka kecukupan gizi masyarakat Indonesia sudah di atas nilai acuan. (wan/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top