Pariwara
Kolaka Utara

Musim Hujan, Cabai di Kolut Mahal

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
CABAI MAHAL : Stok cabai rawit di Kolut masih mencukupi karena banyak dikembangkan petani lokal. Namun untuk jenis cabai keriting menjadi mahal, karena sebagian besar dipasok dari luar daerah.

KENDARIPOS.CO.ID — Anomali cuaca yang melanda Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), termasuk di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) berdampak pada naiknya harga jual komoditas pertanian. Salah satunya cabai keriting yang naik hingga dua kali lipat dalam pekan ini di pasaran. Erni, salah satu pedagang di Pasar Sentral Lacaria, Lasusua, mengutarakan, jika harga cabai sebelumnya hanya Rp 35 ribu kini naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

“Soalnya mahal juga dibeli perkilo, jadi kami juga sedikit naikkan harga,” ujarnya. Meski cabai keriting meningkat tajam, cabai merah harganya masih normal yang dijual ke pembeli seharga Rp 25 perkilogram. Tidak hanya harga cabai yang “pedas”, bawang merah juga kini berharga Rp 35 ribu tiap kilogram. Sedangkan bawang putih juga Rp 30 ribu. Begitu juga dengan pasokan yang didistribusikan dari Sulsel seperti wortel. Harga pekan ini dipatok Rp 14 ribu tiap satuan kilogram, naik Rp 2 ribu dari sebelumnya. Faktor hujan membuat hasil panen menurun dan distribusi terhambat.

Usman, salah satu petani bawang di Kecamatan Lambai mengaku jika bawang maupun cabai setiap musim hujan pasti mengalami kenaikan. Pasalnya, produksi komoditas tersebut bergantung dengan cuaca. “Bisa gagal panen karena kalau hujan terus bawang atau cabai bisa rusak,” imbuhnya. Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kolut, Nurbaeti, saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya telah memantau lonjakan harga tersebut di lapangan.

“Belakangan ini hujan hampir setiap hari. Ini salah satu pemicu kenaikan harga karena akan mempengaruhi hasil panen petani juga kendala pada proses distribusi. Setiap pekan anggota saya terus memantau kebutuhan pokok di pasar,” ujarnya, Senin (2/7). Pihaknya belum mengetahui pasti kapan komoditas tersebut normal kembali karena hujan yang berkepanjangan. Akan tetapi, pasokan di pasaran masih tersedia dan belum ada kelangkaan. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top