Pariwara
Buton Utara

11 Tahun Buton Utara Meretas Kemajuan, Infrastruktur Tertata, Angka Kemiskinan Turun

TUMPENG: Bupati Butur, Abu Hasan menyerahkan nasi tumpeng kepada DPRD Butur usai upacara peringatan HUT ke-11 Buton Utara, senin (2/7). Foto: Hadrian/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Usia Kabupaten Buton Utara (Butur) kini genap 11 tahun. Perayaan hari ulang tahun (HUT) daerah tersebut diperingati, 2 Juli 2018, kemarin dalam sebuah upacara di Lapangan Raja Jin. Sejarah terbentuknya Lipu Tinadeakono Sara menjadi daerah otonomi baru (DOB) kembali dibacakan di hadapan masyarakat yang hadir.

Dalam momentum euforia tersebut, Bupati Butur, Abu Hasan bersama Wakilnya, Ramadio, menegaskan, terus dan tetap berkomitmen meletakkan pembangunan pada berbagai sektor infrastuktur, pelayanan publik dan pertanian. “Bertahap tapi pasti untuk mengentaskan kemiskinan dan angka pengangguran,” kata Abu Hasan. Tak hanya eksekutif, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Butur menyambut hari lahir kabupaten itu dengan menggelar sidang paripurna.

“Melihat masa lalu dengan bijak. Refleksi 11 tahun banyak tuntutan, kritik dan saran. Tentunya tak akan semua terakomodir. Tetapi, pemerintah dengan bijak menetapkan skala prioritas yang harus dituntaskan,” sambung Abu Hasan. Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu mengungkapkan, pagu anggaran pendapatan dan belanja daerah sebesar Rp 640 miliar sangat kecil jika dibandingkan dengan daerah lain.

Pos anggaran banyak berkurang untuk 20 persen pendidikan, 10 persen kesehatan dan 10 persen alokasi dana desa. Dalam momentum HUT itu, Abu Hasan mengklaim jika organisasi perangkat daerahnya telah berkerja keras dan optimal. Tekanan agar kepala dinas memiliki program andalan terus dipacu. “Sebab jika birokrasi lemah, maka keropos pula roda pemerintahan. Begitu sebaliknya, jika mereka yang mengisi birokrasi kreatif dan inovatif. Kemajuan untuk daerah bukanlah hal musatihil,” ungkapnya.

Ketua PDI Perjuangan itu menambahkan, tak dianggarkannya bantuan pendidikan tahun ini sempat menjadi sorotan masyarakat. Menurut Abu Hasan, masyarakat tak tepat menafsirkan. Bantuan pendidikan, beda dengan beasiswa. “Beasiswa pendidikan itu berkelanjutan, kalau bantuan pendidikan sifatnya bisa satu tahun,” alasannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Butur, Rukman Basri Zakariah, mengungkapkan, terbentuknya Butur tak lepas dari peran penting tokoh pemekaran. Jasa-jasa mereka tak boleh dilupakan. “Butur dipimpin bupati pertama definitif Ridwan Zakariah dan Harmin Hari. Jasa mereka cukup besar untuk daerah ini,” ujar Rukman Basri Zakariah. Politisi PAN ini menambahkan, lembaga legislatif terus menjalankan tugasnya melakukan pengawasan kinerja eksektif, untuk memastikan pro terhadap rakyat dan pembangunan Butur. (b/had)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top