Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Terendam Banjir, Produksi Beras di Konsel Terancam

KENDARIPOS.CO.ID — Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) beberapa waktu lalu, berdampak serius terhadap produksi beras. Pasalnya, ratusan hektare persawahan ikut terendam air sehingga sangat berpengaruh pada produksi beras di daerah otorita Surunuddin Dangga itu.

Berdasarkan data yang dirilis dari Dinas Pertanian Konsel, sedikitnya ada sekira 402 hektare sawah yang terkena banjir. Di Kecamatan Laeya misalnya, wilayah ini adalah penyuplai beras tiap tahunnya. Namun setelah diterjang banjir, tercatat 196 hektare sawah berstatus rusak berat. Dengan kondisi tersebut, produksi beras di Konsel diprediksi menurun.

Kepala desa Ambesea kecamatan Laeya, Konsel Tuty Asiaty mengungkapkan, puluhan hektare sawah rusak parah. “Terancam gagal panen. Karena hampir 50 persen sawah di desa kami tertimpa banjir. Bahkan ada yang sudah panen, sehingga gabahnya rusak,” keluhnya.

Tak hanya beras, kebun sayur mayur, lanjut wanita paruh baya ini, pun terancam gagal panen sebagai akibat dari banjir. “Di sini kan yang banyak sayur gambas, labu, serta sayur lainnya. Hanya setelah adanya banjir ini, banyak warga saya yang mengalami kerugian. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah khususnya penyaluran bibit dan pupuk,” harapnya.

Hal yang sama terjadi di Desa Lamokula, beberapa sawah dan kebun sayur mayur warga terkena dampak banjir. “Kemungkinan tahun ini warga saya termasuk petani harus membeli sayur di luar. Karena setelah banjir ini beberapa perkebunan warga juga ikut rusak,” ungkap Kepala Desa Lamokula, Rita saat ditemui Kendari Pos, akhir pekan lalu.

Menanggapi hal itu, Pemkab Konsel telah menginventarisir sejumlah wilayah yang tertimpa musibah banjir. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga.

“Saya sudah perintahkan Dinas Pertanian dan Hortikultura Konsel agar mendata semua persawahan yang rusak. Selanjutnya kita tetap akan menyalurkan bantuan, baik itu bibit maupun perlatan pertanian lainnya. Ini sudah tanggung jawab pemerintah. Karena ini musibah bencana alam. Yang jelasnya saya selaku pemerintah tetap akan memberikan bantuan agar petani kita bisa kembali bercocok tanam seperti biasa,” janjinya.

Berdasarkan rilis dari BPBD Konsel, jumlah persawahan yang rusak parah ada di kecamatan Laeya. Sedikitnya ada 196 hektare sawah masyarakat terendam banjir. “Untuk saat ini, titik sawah yang terbanyak terkena dampak banjir ada di Kecamatan Laeya. Di sana empat desa sekaligus, jumlah sawah sekira 196 hektare dilaporkan rusak parah,” terang Kepala BPBD Konsel, Ir Adiwarsyah Toar, menambahkan. (Kam/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top