Pariwara
Buton Utara

Sambut HUT ke-11, Pemkab Butur Gelar Doa Bersama

Abu Hasan

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Buton Utara (Butur) genap berusia 11 tahun, hari ini (2/7). Untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) Lipu Tinadeakono Sara, Pemkab Butur menyelenggarakan istighotsah atau doa bersama yang dihadiri seratusan warga di Masjid At Taufik, Minggu sore (1/7). “Doa bersama dan zikir dilantunkan untuk memohon keselamatan agar Butur terhindar dari bencana yang melanda. Semoga Allah mengabulkan,” kata Abu Hasan.

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra menambahkan, doa bersama merupakan bentuk kesyukuran kepada Tuhan. Kini, Lipu Tinadeakono Sara telah berusia satu dekade lebih setelah memutuskan berpisah dengan Kabupaten Muna 2007 silam. “Sebagai daerah yang memiliki slogan religius. Doa bersama, kami gelar dalam rangka HUT ke-11 Butur,” ujarnya. Abu Hasan menambahkan, manusia tak punya daya. Tuhan yang memberikan kekuatan. Cobaan yang menimpa sebuah daerah merupakan kehendak-Nya. Boleh jadi penyebabnya, akibat ulah tangan manusia itu sendiri.

“Olehnya itu, sudah sepantasnya kami memohon ampun atas segala khilaf,” tuturnya. Selain doa bersama, juga digelar dialog dengan tema “Meretas Cita, Menggapai Harapan” di Aula Bappeda Butur, Minggu (1/7). Dalam acara ini, juga dirangkaikan dengan pemaparan tentang berbagai pembangunan yang telah diletakkan di usian Butur yang sudah satu dekade lebih. Kagiatan itu diinsiasi Komunitas Pemuda Peduli Buton Utara (KOPI) Butur.

Dihadiri Bupati Butur, Abu Hasan, Tokoh Pemekaran, Tokoh Masyarkat, Tokoh Agama dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didaulat sebagai pemateri. Topik pembahasan fokus pada dinamika sosial, politik dan penegakan hukum, agama dan kebudayaan, pertumbuhan ekonomi, riset dan pemanfaatan imptek dan pelayanan imtek.

“Dulu Butur bagian pemerintahan Muna. Dalam kurun waktu tetentu ada kegelisahaan dari sejumlah aktivis. Bukan orang tua. Mahasiswa dan pemuda mengembangkan idenya dan pikirannya bahwa Butur harus menjadi daerah otonom,” jelas Abu Hasan.

Dia menambahkan, butuh waktu hampir 10 tahun dikumpulkan dan disatukan lalu kemudian terjadi. “Sekarang kita jadi otonomi daerah. Siapa lagi yang mau kita salahkan lagi kalau daerah kita tidak maju. Tidak bisa salahkan Muna dan Pemprov,” ungkapnya.

Abu Hasan menambahkan, diusia 11 tahun Butur sudah dipimpin oleh bupati dan wakil bupati asli putra daerah. Setiap momentum pasti ada orangnya dan setiap orang ada momentumnya. “Harus dibangun konsepsi. Coba kita beri ruang hari ini, harus muncul untuk merefleksi kabupaten Buton Utara bukan mencari siapa yang salah. Bukanlah pula menonjolkan diri saya yang paling hebat,” jelasnya. Ketua DPC PDIP Butur itu menegaskan, merefleksi Buton Utara, tidak akan berhenti di usia yang ke 11 tahun. Ibarat kapal yang terus belayar di lautan luas. “Pergantian generasi akan terus terjadi,” tandasnya. (b/had).

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top