Pariwara
Konawe Kepulauan

PT Aneka Laksana Dituding Rusak Sungai Lamoluo di Konkep

MURSALIN/KENDARI POS
TAMBANG C : Aktivitas pengerukan material di Sungai Lamoluo yang dilakukan perusahaan berbendera Aneka Laksana dan dianggap merusak aliran air dan lingkungan sekitar.

KENDARIPOS.CO.ID — Warga Desa Bukit Permai, Kecamatan Wawonii Barat, dibuat geram dengan aktivitas penambangan galian C di wilayah mereka. Pasalnya, perusahaan berbendera PT Aneka Laksana dituding telah melakukan pengerukan pasir dan batu (Sirtu) di Sungai Lamoluo, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Padahal diduga, rekanan yang sudah tiga tahun beroperasi di Pulau Wawonii tersebut, tak memiliki izin aktivitas pertambangan golongan C.

Pelaksana Tugas Kepala Desa (Kades) Bukit Permai, Aludiman, mengaku, belum mengetahui pasti adanya aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Aneka Laksana di wilayahnya. Namun disebutkan, sekretaris desa sudah menegur aktivitas penambangan Sirtu di aliran Lamoluo. “Nanti saya cek. Memang sempat dengar, tapi saya kira untuk keperluan pembangunan rumah saja. Nanti saya konsultasi dulu ke camat untuk diambil tindakan,” kata Plt Kades Bukit Permai, Aludiman, Minggu, (1/7).

Dari pantauan di lapanga, kegiatan penambangan Sirtu di Sungai Lamoluo sudah berlangsung selama dua pekan. Satu alat berat mengeruk material batu bercampur pasir untuk diangkut ke truk, lalu ditumpuk di Desa Pasir Putih pada kecamatan yang sama untuk kepentingan perusahaan. “Tidak ada pendapatan yang masuk ke kas desa. Padahal Sungai Lamoluo rencananya kami mau jadikan obyek wisata. Tak pernah dibenarkan sungai ini diklaim sebagai milik warga. Karena itu milik negara,” tegas Aludiman.

Sementara itu Pelaksana PT Aneka Laksana, Martinus, yang dkonfirmasi mengakui, aktivitas pengerukan Sirtu di Sungai Lamoluo, Kecamatan Wawonii Barat memang tak memiliki izin secara administrasi. Dia berargumen, izin aktivitas penambangan sudah diurus pemilik lahan. “Kami beli sama pemilik lahan, dalam satu truknya seharga Rp 50 ribu. Saat ini sudah ada ratusan truk yang termuat. Kami juga sebenarnya heran, kok ada warga yang mengaku bahwa sungai itu tanahnya. Karena untuk kepentingan pengaspalan, mau tidak mau kami harus beli,” alasan Martinus.(b/san)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top