Pariwara
Nasional

Jatah Mahasiswa Baru Tetap di Semua PTN

CALON MABA: Kemenrostekdikti tidak menambah jumlah kuota mahasiswa baru (maba) di semua PTN, termasuk Universitas Haluoleo (UHO) tahun ini. Tampak calon maba sedang mengikuti ujian SMMPTN di Lab Komputer SMAN 1 Kendari beberapa waktu lalu. Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pengumuman kelulusan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) dilansir, Selasa pekan depan (3/7). Hingga saat ini panitia SBM PTN belum mengumumkan daya tampung dari seleksi berbasis tes tulis ini. Namun Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan tahun ini tidak ada penambahan kuota baru di kampus negeri.

Usai melantik Rektor Universitas Brawijaya (UB) Nuhfil Hanani serta sejumlah rektor dan pejabat lainnya di Jakarta jumat (29/6), Nasir menegaskan PTN saat ini fokus urusan mutu. ’’Kuota mahasiswa baru (di PTN, Red) selalu kami tekankan tidak terlalu banyak,’’ katanya.

Alasannya dengan kuota mahasiswa yang tidak terlalu banyak itu, kampus bisa menjalankan pembelajaran dengan mutu yang bagus. PTN tidak diperbolehkan asal-alasan menambah kuota mahasiswa baru, tanpa memperhatikan kemampuan sumber daya serta kapasitas lainnya. Menurut Nasir jika mahasiswa di PTN terus ditambah, sementara kapasitasnya terbatas, malah bisa merepotkan negara.

Dia mengakui bahwa angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi saat ini masih belum tinggi. Namun tidak semuanya dibebankan kepada kampus negeri. ’’Peningkatan APK didorong di perguruan tinggi swasta (PTS, Red),’’ katanya. Sehingga PTS bisa memiliki banyak mahasiswa dan menjadi berkembang.

Tahun ini pendaftar SBM PTN mencapai 860.001 orang peserta. Perinciannya pelamar kelompok Saintek 341.290 peserta, kelompok soshum 359.140 peserta, dan kelompok campuran 159.571 peserta. Jumlah pelamar SBM PTN 2018 lebih besar dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat ada 797.738 peserta. Tahun lalu peserta SBM PTN yang dinyatakan lulus ada 148.066 peserta.

Jelang dimulainya tahun ajaran baru, Nasir juga menyampaikan masyarakat tidak perlu meributkan urusan biaya kuliah di kampus negeri. Sebab Kemenristekdikti tetap memiliki program beasiswa pendidikan mahasiswa miskin berprestasi (Bidik Misi). Dia menjelaskan tahun ini kuota Bidik Misi adanya 90 ribu. Sementara tahun depan rencananya dinaikkan menjadi 130 ribu.

Sementara itu Koordinator Kopertis Wilayah III (DKI Jakarta) Illah Sailah mengatakan dari sekian banyak pelamar SBM PTN tentu jauh lebih banyak yang tidak lulus seleksi. Sehingga alternatifnya akan masuk ke kampus swasta. Dia mengingatkan supaya masyarakat selektif dalam memilih kampus swasta.

Pertimbangan utama yang harus digunakan adalah status akreditasi kampus atau program studi. ’’Sebaiknya dicek dahulu di website BAN-PT status akreditasinya,’’ tuturnya. Kemudian juga mencari kampus yang tidak sedang konflik. Baik itu konflik antara yayasan dengan rektorat, maupun konflik lainnya. Sebab kampus yang sedang konflik, berpotensi menjadi persoalan di kemudian hari. (wan/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top