Pariwara
Bau-bau

Kuota CPNS Baubau Prioritaskan Guru

Asmaun

KENDARIPOS.CO.ID — Wacana rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh pemerintah pusat telah tersebar luas di wilayah Indonesia termasuk Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Makanya, berbagai persiapan mulai dilakukan pemerintah daerah (Pemda) yang salah satunya pengajuan permohonan formasi CPNS. Semua itu dilakukan sesuai verifikasi yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.

“Saat ini kita sudah masukkan permohonan formasi CPNS. Total keseluruhan sebanyak 150 orang. Itu berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan mengacu pada belanja pegawai di Pemkot Baubau. Besarannya mencapai 44 persen,” kata kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kota Baubau, Asmaun, kamis (28/6). Pengajuan formasi CPNS tersebut, lebih dititikberatkan pada tenaga guru dan kesehatan. Dari 150 kuota yang diajukan, keguruan dan tenaga kesehatan menjadi prioritas. “Jumlah tenaga guru dan kesehatan kita masih sangat minim. Makanya, dua jurusan ini lebih diutamakan. Selebihnya dibagi untuk instansi teknis lain sesuai yang dibutuhkan daerah,” terang Asmaun.

Hanya saja, apakah seluruh kuota kekurangan yang diajukan tersebut akan diterima atau tidak, semua tergantung MenPAN-RB. Pihaknya belum bisa memastikan, karena semua baru sebatas usulan sesuai hasil verifikasi Pemprov Sultra. “Kita tunggu saja informasi dari MenPAN-RB. Semoga seluruh kuota yang kita ajukan dapat diterima,” harapnya. Asmaun menambahkan, sedikitnya kuota usulan CPNS yang diberikan Pemprov Sultra, karena tingginya belanja pegawai Pemkot. “Sesuai aturan, belanja pegawai yang mencapai 44 persen masih memungkinkan untuk menerima CPNS. Tetapi kalau sudah diangka 50 persen, maka tak bisa lagi rekrutmen,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Masri, mengatakan jumlah kekurangan tenaga guru berstatus PNS sekitar 363 orang. Pengajar Sekolah Dasar sebanyak 266 orang dan Sekolah Menengah Pertama 97 orang. ” Untuk kuota kekurangan guru SD tersebut adalah jurusan pendidikan agama Islam 36 orang, guru kelas 116 orang, jurusan pendidikan jasmani dan kesehatan 26 orang, guru muatan lokal 87 orang dan guru agama Kristen Protestan satu orang,” rincinya.

Sementara kekurangan guru SMP ada pada jurusan pendidikan agama Islam sebanyak tiga orang, pendidikan kewarganegaraan tiga orang, bahasa indonesia empat orang, matematikan satu orang, seni rupa sembilan orang. “Kemudian guru jurusan seni tari satu orang, bahasa daerah tiga orang, keterampilan PKK 16 orang, keterampilan teknik enam orang, teknologi informasi dan komunikasi 17 orang, pendidikan jasmani dan kesehatan 11 orang dan bimbingan konseling 23 orang,” tutup Masri. (b/ahi)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top