Pariwara
Kolaka Utara

PT GPI Dituding Garap Tambang Secara Ilegal di Kolut

Saiful Razak

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas diduga ilegal sedang dilakukan PT Geoparner Indonesia (GPI). Perusahaan itu dituding menambang di Desa Mosiku, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) setempat tak mengakui keberadaan perusahaan itu dalam melakukan pengerukan, karena dianggap tak mengantongi izin.

Kepala DPM-PTSP Kolut, Saiful Razak, berulang kali menegaskan, kegiatan PT GPI di wilayah utara Kolut tersebut, ilegal. Pihaknya telah melakukan pengecekan secara langsung di lapangan untuk memastikan kegiatan perusahaan. “Tidak ada izin dan mereka telah menggali serta mengambil ore nikel di sana,” bebernya, Selasa (26/6). Karena dianggap terbukti melakukan pelanggaran, Saiful berencana akan menemui Bupati, H. Nur Rahman Umar untuk mengadukan operasi ilegal perusahaan dimaksud.

Ia juga akan berkoordinasi ke pihak Polres Kolut termasuk melaporkannya ke ESDM Sultra. “Saya tidak main-main. Ini sangat merugikan daerah,” kesalnya. Informasi yang dihimpun, PT. GPI telah mengeruk ore kurang lebih dua pekan. Meski pihak perusahaan berdalih hanya mengambil tumpukan ore lama, namun nyatanya juga melakukan penggalian pada dua zona berbeda. “Menggali di IUP PT. Kasmar dan PT Kurnia,” ungkap seorang sumber, selasa (26/6).

Data yang diketahui, PT GPI hanya memiliki 3.000 wet metric tons (WMT) stok ore di Batu Putih. Namun, klaim kepemilikannya itu juga dimanfaatkan untuk menggali ore yang sudah diperkirakan mencapai 7.000 WMT. Bahkan sudah mereka pindahkan ke jeti milik PT Kurnia yang juga dokumennya tidak rampung. “Pihak penambang pernah melakukan rapat di kantor camat Batu Putih. Jangan sampai ada dugaan melegalkan yang ilegal,” tuding warga Batu Putih tersebut. Ia berharap, tak ada pihak-pihak yang memuluskan perusahaan dengan dokumen tidak beroperasi di Kolut. Pasalnya, itu dianggap sama halnya membuka “pintu” pada penambang-penambang ilegal lainnya bebas memperjualbelikan kandungan bumi di daerah tersebut, namun merugikan banyak pihak termasuk masyarakat. Sayangnya, pihak PT GPI yang coba dikonfirmasi, belum berhasil dihubungi. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top