Pariwara
Muna

Ketua Satker AMAN: Muna Jadi Lumbung Suara Ali Mazi-Lukman Abunawas

KENDARIPOS.CO.ID — Esok akan menjadi hari penentuan lahirnya nahkoda baru yang akan memimpih Sultra lima tahun ke depan. Mulai pukul 07.00 Wita, masyarakat Muna akan berbondong-bondong menuju ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Sultra. Pada kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Sultra tahun 2018, ada tiga kandidat yang siap bertarung yakni Ali Mazi-Lukman Abunawas, Asrun-Hugua dan Rusda Mahmud-LM Sjafei Kahar.

Siapa calon yang berpeluang menang memang belum bisa diprediksi. Apalagi hasil rilis dari sejumlah lembaga kerap berbeda. Namun AMAN diperkirakan sedikit lebih unggul. Dari tiga lembaga survei, dua diantaranya memenangkan pasangan nomor urut satu ini. Hanya Duta Politica Indonesia (DPI) yang menempatkan AMAN diposisi kedua dibawah pasangan RM-SK.

Berdasarkan survei DPI yang dirilis Jumat 22 Juni lalu menyebut jika pasangan RM-SK menang dengan 39 persen suara, disusul pasangan AMAN sebesar 35 persen suara dan BERKAH 10 persen suara. Dalam survei yang dilakukan pada 16 Juni sampai 21 Juni itu hanya 16 persen suara yang belum menentukan pilihan.

Hari yang sama, Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis pula hasil surveinya. Hasilnya, AMAN menang dengan 65 persen, BERKAH 1,7 persen dan RM-SK 10 persen. Sedangkan yang belum memilih sebesar 23,7 persen. JSI melakukan survei pada 7 Juni sampai 9 Juni dengan melibatkan 800 responden.

Selain JSI, lembaga survei The Haluoleo Institute juga mengunggulkan AMAN. Berdasarkan hasil survei The Haluoleo Institute, pasangan AMAN unggul 46 persen, disusul RM-SK 8,3 persen dan pasangan BERKAH hanya 1,7 persen. Sedangkan 44 persen lainnya masih rahasia, belum memilih, tidak tahu dan tidak menjawab. Survei THI itu dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error 3,7 persen. Survei tersebut melibatkan 660 responden di enam daerah. Klaim tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Kendati begitu, masing-masing kandidat tetap menyatakan optimisme. Klaim kemenangan di 17 kabupaten/kota saling beradu. Tidak terkecuali di Kabupaten Muna, daerah dengan jumlah pemilih 139.675 suara atau 9,1 persen dari total 1.628.320 pemilih di Sultra.

Ketua Satuan Kerja (Satker) pasangan AMAN untuk wilayah Muna, Kimsan mengatakan hasil survei menunjukan realitas masyarakat. Makanya, ia optimis Muna akan menjadi lumbung suara AMAN paling minim 55 persen. “Ini menjadi gambaran bahwa masyarakat Sultra khususnya di Muna menginginkan Ali Mazi-Lukman Abunawas menjadi gubernur dan wakil gubernur,” jelasnya.

Selain hasil survei, Kimsan mengatakan garansi kemenangan juga datang dari para relawan. Ia menyebut setiap desa di Muna ditempatkan 12 orang relawan. “Tinggal dikali 150 desa/kelurahan, berarti 1.800 relawan yang bekerja. Ini baru perhitungan relawan, belum termasuk simpatisan partai dan masyarakat yang memang mendukungan pasangan ini,” jelasnya.

Di Muna sesungguhnya sulit menentukan paslon mana yang paling berpeluang menang. Kekuatan partai pengusung tidak dapat disepelehkan, kendati pun hasil survei memiliki gambaran berbeda. Bupati Muna saat ini LM Rusman Emba merupakan figur usungan PDI Perjuangan, salah satu penyokong kekuatan pasangan Asrun-Hugua. Apalagi, kekuatan kepala daerah sangat berpengaruh signifikan pada kecenderungan suara masyarakat. “Saya sangat komitmen dengan usungan partai. Kerja pemenangan Asrun Hugua tetap berjalan,” tegas Rusman.

Selain pemerintahan, Asrun Hugua juga masih mendominasi kursi legislatif di Muna. Dari empat parpol pengusung yakni PAN, PDIP, Gerindra, PKS dan Hanura, gerbong ini menguasai 16 kursi dari 30 anggota legislatif. Sedangkan parpol pengusung AMAN hanya 6 kursi dan pengusung RM-SK sebanyak 8 kursi. “Kami bersama partai pengusung bekerja militan memenangkan usungan partai,” kata Awaluddin, Ketua Fraksi PAN DPRD Muna.

Sebaran basis partai di Muna juga menguntungkan Asrun Hugua. Parpol pengusung seluruhnya menang di semua daerah pemilihan. Kader Tim Pemenangan Asrun – Hugua, La Ode Ali Tanda merincikan, kekuatan partai ada di kecamatan Katobu, Batalaiworu, Lohia, Watoputeh, Napabalano dan Lasalepa.

“Meskipun di wilayah berbatasan Muna Barat seperti Tongkuno secara basis cenderung lemah. Tetapi itu ditutupi dengan relawan yang 5 orang per TPS. Makanya, dengan fakta ini, sulit diterima hasil survei Haluoleo Institute. Kami yakin Asrun Hugua bisa meraup 40 sampai 50 persen suara di Muna dengan pastisipasi 100 sampai 120 ribu pemilih,” jabarnya.

Keyakinan juga datang dari kubu Rusda Mahmud-Sjafei Kahar. Ketua Tim Pemenangan Wilayah Muna dan Muna Barat, LM. Taufan Alam Besi menampik hasil survei The Haluoleo Institute. Dengan responden hanya 660 orang kata dia, tidak akan akurat merepresentasikan kecenderungan pilihan masyarakat. “Ini (survei) sangat bertolak belakangan dengan survei internal kami. Di Muna kekuatan kami sangat solid. Kami pastikan Rusda bisa unggul di Muna,” paparnya.

Kendati kalah dukungan kursi legislatif di DPRD Muna, Taufan menyebut jika hal itu tidak mempengaruhi suara di akar rumput. Bahkan jika mau unjuk kekuatan partai, Demokrat saat ini punya kader yang duduk sebagai Wakil Bupati Muna yakni Malik Ditu.

“Saat ini kami juga sudah menyiapkan saksi sejumlah dua orang per TPS ditambah dua saksi kecamatan. Pada akhirnya, kami sangat optimis kemenangan akan berpihak pada Rusda Mahmud dan Sjafei Kahar,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top