Pariwara
Buton Utara

60 Rumah di Butur Terendam, Warga Lamokula di Konsel Juga Mengungsi

BANJIR : Hujan yang intens mengguyur membuat sejumlah daerah dilanda banjir. Seperti yang cukup para di warga di Kecamatan Kulisusu Utara dan Wakorumba Utara, Butur. Puluhan rumah terendan dan beberapa lainnya rusak para bahkan hanyut. Bencana alam serupa juga dialami warga Desa Lamokula, Kecamatan Moramo, Konsel. FOTO: HADRIAN INDRA MAPA-KAMALUDDIN/KENDARI POS

KENDARIOPOS — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Buton Utara (Butur) sejak akhir pekan lalu membuat aliran sungai meluap dan merendam kediaman warga di Kecamatan Kulisusu Utara dan Wakorumba Utara. Dua rumah bahkan hanyut terbawa derasnya banjir dan tujuh unit dilaporkan rusak parah di Desa Torombia. Sedangkan, 60 kediaman di Wantulasi terendam.

“60 rumah terendam di Wantulasi. Aliran sungai di desa tersebut meluap dan masuk ke rumah warga,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Butur, Yurlif Halir, Sabtu (23/6). Ia menambahkan, tim badan penanggulangan sudah turun langsung ke daerah yang diterjang banjir untuk melakukan evakuasi. Termasuk membawa kebutuhan air bersih untuk warga. “Ada tanah yang longsor menutup ruas jalan dan jembatan penghubung rusak,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Kulisusu, Kompol Ahali, mengatakan, ia bersama jajarannya telah turun langsung ke desa yang diterjang banjir. “Sekitar jam 17.30 Wita, telah terjadi banjir di Desa Torombia, Kecamatan Kulisusu Utara yang mengakibatkan dua rumah warga terbawa banjir dan tujuh rumah rusak berat,” lapor Ahali, Sabtu (23/6).

Mantan Kasatreskrim Polres Wakatobi itu menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pendataan pada warga yang terkena musibah akibat rumahnya rusak dan kerugian material. Kepolisian mengarahkan warga ke tempat yang aman untuk sementara waktu. “Dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” tandasnya.

Sementara itu banjir juga melanda warga Desa Lamokula, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (23/6). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun beberapa warga terpaksa harus mengungsi di sisi jalan. Salah seorang warga Desa Lamokula, Nurhadi (30), mengungkapkan, bencana banjir tersebut diakibatkan hujan berkepanjangan selama tiga hari berturut-turut.

“Air mulai naik tadi sore sekitar pukul 17.00 Wita sampai sekarang, air setinggi lutut orang dewasa tergenang khusus di wilayah Dusun I. Akhirnya lima rumah terendam air,” ungkapnya, Minggu (24/6). Salah seorang warga korban banjir, Arlan, mengungkapkan, banjir tersebut diakibatkan tersumbatnya drinase yang melintas di area Dusun I. “Sekarang saya lagi mengungsi di jalan. Semua barang-barang diamankan dengan memasang tenda darurat. Di sini memang sudah langganan banjir, karena drinasenya belum bagus,” keluhnya.

Ia menambahkan, sebenarnya terkait drinase tersebut sudah sementara dalam penanganan Dinas PU Kabupaten Konsel. Hanya saja, pada beberapa titik yang belum dikerjakan itu menjadi pemicu tergenangnya air. “Masih ada sekitar 100 meter yang belum tuntas,” akunya.
Meski demikian, pihaknya sangat berharap ada bantuan dan langkah antisipatif dari pemerintah.

Sebelumnya, Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga telah memerintahkan pada dinas teknis untuk memetakan titik-titik daerah rawan banjir, termasuk Desa Lamokula. “Kami terus pantau kondisi di lapangan dan inventarisasi daerah rawan banjir. Saya juga sudah perintahkan dinas terkait untuk data dan segera kita carikan solusinya,” kata Surunuddin. (b/had/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top