Pariwara
Nasional

Kejar Target Tambah Skadron Udara, Menhan Tekankan Efektivitas dan Efisiensi

Yuyu Sutisna

KENDARIPOS.CO.ID — TNI AU dibawah komando Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna tidak henti memperkuat diri. Pejabat yang lebih akrab dipanggil Yuyu itu menegaskan bahwa matra udara bakal bekerja keras guna merealisasikan rencana menggenapkan jumlah skadron udara tempur. Sampai 2024 mereka menarget delapan skadron udara tempur sudah siap dioperasikan.

Menurut Yuyu, tuntutan tugas TNI AU yang kian kompleks menjadi salah satu dasar penguatan terus dilakukan oleh instansinya. ”Sesuai dengan perencanaan kekuatan materiil, kami berharap memiliki delapan skadron udara tempur,” terang perwira tinggi TNI AU berdarah Sunda itu. Tentu saja buka sekedar menambah jumlah. Dia ingin seluruh skadron udara tempur punya kesiapan maksimal. ”Dengan kekuatan 16 pesawat,” jelasnya.

Tida hanya itu, Yuyu juga mengungkapkan bahwa ke depan bakal berdiri enam skadron udara angkut berat, skadron udara angkut sedang, dan skadron udara angkut ringan. Serupa dengan skadron udara tempur, masing-masing skadron udara angkut juga akan dilengkapi 16 pesawat. Dengan begitu, fungsi mendukung mobilitas logistik maupun pasukan bisa dilaksanakan sebaik mungkin.

Lebih lanjut prajurit TNI AU berlatar belakang penerbang tempur itu menjelaskan bahwa instansinya sudah mulai membenahi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di skadron udara angkut. ”TNI AU akan mengganti peswat (Hercules) C-130B dengan pesawat sekelas IL-76, A-400, atau C-17,” terang dia. Sementara ini, pesawat F-27 Fokker dan CN-235 sudah diganti dengan pesawat sekaliber CN-295 atau C-27 Spartan.

Khusus untuk pengganti Hercules C-130B, sebelumnya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa TNI AU sudah memilih Hercules C-130J. Sesuai ketentuan, pengadaannya dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan). Jumat (8/6) Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyampaikan bahwa instansinya masih melihat sejauh mana TNI AU membutuhkan pesawat tersebut.

Ryamizard tidak ingin gegabah mengambil langkah lantaran membeli alutsista harus benar-benar efektif dan efisien. ”Bukan ngawur-ngawur saja. Beli segala macam harus disesuaikan,” imbuhnya. Sebab, ada berbagai pertimbangan yang harus menjadi perhatian. Termasuk di antaranya hakikat keamanan yang ditentukan oleh instansinya. Namun demikian, bukan berarti dirinya tidak setuju dengan keinginan TNI AU.

Meski sampai saat ini masih banyak Hercules C-130B yang bisa digunakan oleh matra udara, pengadaan pesawat serupa dengan level yang lebih tinggi sangat mungkin terealisasi. Hanya saja jumlahnya tidak banyak. ”Ya adalah lima sampai enam yang baru,” kata Ryamizard. Berkaitan dengan penambahan skadron udara tempur dan skadron udara angkut, dia juga meminta TNI AU tidak sembarangan.

Mengingat menambah skadron udara juga harus mempertimbangkan anggaran yang tersedia.  ”Kan perlu uang. Orangnya perlu uang, gaji, alat segala macam,” ungkap dia. Tapi, sambung Ryamizard, Kemhan akan mendukung sepanjang rencana tersebut perlu dan benar-benar dibutuhkan untuk menunjang serta mendukung pelaksanaan tugas TNI AU menjaga keamanan wilayah udara NKRI.

Lebih lanjut, TNI AU turut memberi atensi terhadap rencana TNI menggelar pangkalan terpadu di beberapa wilayah terluar. Mulai Natuna, Selaru, Morotai, Biak, sampai Merauke. Rencana yang disusun untuk memperkuat sistem pertahanan negara dalam mengantisipasi setiap ancaman itu mendapat dukungan penuh dari matra udara. Nantinya, setiap pangkalan terpadu juga diisi TNI AD dan TNI AL. (syn/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top