Space Iklan
Pariwara
Kolaka Utara

DPM-PTSP Kolut Ancam Tahan Tongkang di Sulaho

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
AWASI : Kapal tongkang yang berlabuh diam-diam di perairan Teluk Bone dan berjarak kurang lebih 100 meter dari daratan Dusun IV Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua. Armada diduga akan mengangkut ore nikel tersebut kini berada dalam pengawasan DPM-PTSP.

KENDARIPOS.CO.ID — Sebuah kapal tongkang yang berlabuh diam-diam di perairan Teluk Bone dan berjarak kurang lebih 100 meter dari daratan Dusun IV Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) berada dalam pengawasan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) geram. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu bahkan sudah melayangkan ancaman akan menahan armada itu jika berani merapat ke pesisir untuk mengangkut ore nikel.

Kepala DPM-PTSP Kolut, Saiful Rasak, mengaku, keberadaan tongkang berkapasitas kurang lebih 10 ribu M/T diyakini ilegal karena untuk beraktivitas di zona tersebut tak harus melalui aturan ketat. “Saya akan tahan tongkang itu,” tegasnya, Jumat (8/6). Saiful memastikan pengangkutan itu ilegal berdasarkan peraturan-peraturan yang ia beberkan. Kalaupun bentuk pembelian ore dengan mengakui hak masyarakat di atas IUP yang telah dibekukan, maka negara masih mengakui sebagai hak individu. “Tetapi ingat, syaratnya harus menjadi pengusaha provider agar bisa mengangkut, itu pertama,” bebernya.

Untuk menjadi provider harus punya izin pembelian dari Menteri Perdagangan plus kuota ekspornya. Supaya mendapatkan itu maka harus dilengkapi satu IUP aktif di daerah tersebut bermitra dengan yang membangun atau sudah memiliki smelter. “IUP yang ada di sini (Kolut) akan diterbitkan izin kuota ekspornya dengan hanya diberi waktu dua bulan setelah diterbitkan. Tidak ada perkembangan pembangunan smelter, siap saja IUP dicabut atau dibekukan,” tegasnya.

“Jadi apapun teori dan alasannya tongkang di Sulaho itu mengangkut kalau tak penuhi syarat itu, saya tidak mau tahu. Omong kosong dan mencuri namanya,” geramnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tongkang yang berlabuh di Sulaho tersebut bertuliskan Golden Way 3310 dengan tugboat Buana Expres 10 dan telah berlabuh beberapa hari lalu. Armada tidak diperkenankan merapat ke pesisir zona eks pertambangan itu untuk mengangkut ore karena diduga ilegal. (b/rus)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top