Pariwara
Edukasi

SSC 2018 Jadi Ajang Penentuan Mahasiswa Terbaik

Humas Ilmu Tanah for Kendari
Ki-ka: Ketua Jurusan Ilmu Tanah, Zulfikar, S.P., M.P, bersama Juara 1 SSC sekaligus Mahasiswa Terbaik Ilmu Tanah, Nur Miano Danaosa Pomili, dan juara II, Marni dan juara III, Veni Santria Ningsih.

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam rangka mendorong peningkatan budaya akademik khususnya kompetisi akademik di kalangan mahasiswa, salah satu program yang dilaksanakan oleh Program studi (Prodi) Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) kerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah (HIMAILTA) adalah melaksanakan SSC tahun ajaran 2017-2018.

Kompetisi ini dilakukan untuk menentukan mahasiswa berprestasi terbaik Prodi Ilmu Tanah. Salah satu kriteria adalah adalah memiliki indeks prestasi yang tinggi, lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan sebagai juara pada lomba SSC tersebut. Ketua HIMAILTA Abdul Sandy Leonardo mengatakan bahwa kegiatan SSC Tahun Ajaran 2017-2018 diikuti oleh 62 orang mahasiswa. Ajang ini merupakan kegiatan internal mahasiswa ilmu tanah yang diselenggarakan mulai tahun 2018 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait dengan beberapa matakuliah, tahun ini khusus pada matakuliah pedogenesis dan klasifikasi tanah.

Pedogenesis adalah ilmu yang mempelajari tentang proses dan pembentukan tanah, dimana proses pembentukan tanah sangat unik sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapiran-lapisan atau yang disebut dengan horizon tanah. Setiap horizon menceritakan mengenai asal dan proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut, sedangkan klasifikasi tanah adalah ilmu yang berhubungan dengan penamaan dan kategori tanah berdasarkan karakteristik internal amupun eksternal yang membedakan masing-masing jenis tanah. Pada kompetisi ini, setiap peserta wajib mempresentasikan hasil pengamatan profil tanah dan penamaan tanah berdasarkan klasifikasi tanah menurut USDA, FAO dan PPT Bogor.

SSC 2017-2018 dibuka oleh Ketua Jurusan Ilmu tanah, Zulfikar, S.P., M.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada HIMAILTA yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan mahasiswa Ilmu Tanah. “Event akademik seperti ini wajib kita tumbuhkembangkan sebagai tradisi akademik untuk meningkatkan pengetahun dan keterampilan mahasiswa ilmu tanah sehingga memiliki daya saing untuk menghadapi era globalisasi,” terangnya.

Mahasiswa Program Doktor UHO ini, juga menyampaikan bahwa kedepannya topik lomba SSC tidak hanya terbatas pada matakuliah pedogenesis dan klasifikasi tanah tetapi pada matakuliah lain, seperti survei tanah dan evaluasi lahan, geomorfologi dan analisis landskap, geodesi dan kartografi, pengelolaan DAS, Ekologi dan Rekayasa Ekologi Tanah, karakteristik dan Dinamika Lahan Pesisir dan Pulau-Pulau kecil, dan lainnya. Pada kegiatan SSC TA 2017-2018 yang menjadi mahasiswa terbaik adalah Veni Santrian Ningsih sebagai juara III, Marni sebagai juara II dan Nur Mianodanaosa Pomili sebagai juara 1 SSC TA 2017-2018 dengan nilai 10 sekaligus sebagai mahasiswa terbaik tahun ajaran 2017/2018 Prodi Ilmu Tanah.

Nur Mianodanaosa Pomili adalah angkatan 2016, merupakan wanita kelahiran Lasosodo Kabupaten Muna tahun 1998, memiliki IPK 3,55 dan juga tahun 2018 ini lolos PKM dengan judul Identifikasi jenis bambu berbuah (Malocacna Baccifera) endemik asal Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan keanekaragaman hayati di Indonesia. (wan/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top