Pariwara
Nasional

Nasib Honorer K2 Mulai Jelas, DPR Minta Diangkat Jadi PNS atau PPPK Tahun Ini

RAPAT BERSAMA: Mendikbud, Muhadjir Effendy menghadiri rapat gabungan 7 komisi di Gedung DPR RI Jakarta, senin (4/6). Salah satu topik pembahasan rapat bersama itu adalah penyelesaian masalah honorer K2. Foto: Jpnn

KENDARIPOS.CO.ID — Rapat kerja gabungan tujuh komisi di DPR dan pemerintah bersepakat untuk menuntaskan masalah honorer K2 (kategori dua). Ada dua alternatifnya, apakah status 438.580 honorer K2 akan diangkat PNS seluruhnya atau sebagiannya dijadikan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), yang terpenting harus tuntas.

Kesepakatan ini menjadi kesimpulan dalam raker gabungan 7 komisi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri PPN,/Kepala Bapenas, Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.

“Kesimpulannya 438 ribuan honorer ini akan dituntaskan statusnya tahun ini. Kalau harus menunggu pansus akan lama lagi prosesnya. Ini akan dituntaskan secepatnya,” kata Pimpinan Raker Gabungan, Utut Adianto di Gedung DPR RI, Senin (4/6).

Dia menegaskan, hanya honorer K2 yang akan diselesai dalam waktu sesingkat-singkatnya. Sedangkan tenaga honorer yang diangkat di atas 2005 akan dibahas di lain waktu. “Pemerintah dan DPR sepakat menyelesaikan K2 saja. Jadi tidak melebar ke mana-mana,” ucapnya.

Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Setiawan Wangsaatmadja memaparkan sejak 2005 hingga 2014 sudah 1 juta lebih tenaga honorer yang diangkat.

Sedangkan pelamar umum hanya 700an ribu. Pernyataan Setiawan ini langsung ditangkap Syarief Hasan, politikus Demokrat dari komisi I DPR RI. Menurut Syarief, hanya di era SBY bisa diangkat 1 juta lebih honorer. Namun di era Joko Widodo belum diangkat.

“Apakah sudah ada honorer K2 yang diangkat di era Jokowi?,” tanya Syarief dalam raker gabungan, Senin (4/6). Sontak tenaga honorer K2 yang ikut hadir kompak menjawab, “beluummmm.” Mendengar itu, Mukhamad Misbakhun langsung protes kepada Syarief. Melihat situasi yang memanas, Pimpinan Raker Gabungan Utut Adianto meminta anggota raker untuk tidak berkampanye.

“Sudahlah jangan berkampanye di sini. Memang honorer K2 ini jadi komoditi politik tapi di sini yang difokuskan bagaimana menuntaskan K2. Jadi tidak usah jualan lagi,” tegasnya. (esy/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top