Pariwara
Konawe Selatan

Jalan Tanea-Sanggula di Konsel Rusak Parah

KAMALUDDIN/KENDARI POS
JALAN RUSAK : Kondisi jalan Poros Tanea-Sanggula yang rusak parah akibat dilintasi truk besar pengangkut material batu. Warga membuat barikade agar truk tersebut tak melintas lagi.

KENDARIPOS.CO.ID — Jalan yang menghubungkan Desa Tanea di Kecamatan Konda dan Sanggula, Kecamatan Moramo Utara, rusak parah. Titik terparah terlihat di ruas Desa Masagena, Kecamatan Konda yang penuh dengan kubangan lumpur. Menurut warga sekitar, jalan tersebut memang sementara proses pengerjaan. Namun yang menjadi penyebab utama rusaknya jalan tersebut adalah aktivitas salah satu mobil perusahaan lalu lalang.

“Itu mobil truk yang melintas di jalan memuat material batu dari Moramo ke Wolasi. Ada sekitar enam mobil, malah mereka panggil alat berat milik perusahaan itu untuk datang tarik. Setelah itu baru mereka langsung pergi begitu saja. Tidak mau perbaiki jalan yang sudah mereka rusak itu,” ungkap Udin (40), warga Masagena. Buntutnya, Sabtu (2/6) lalu, sejumlah warga setempat terpaksa menutup akses jalan rusak tersebut dengan menanam pohon serta memasang palang supaya tak bisa dilintasi kendaraan perusahaan itu.

“Sempat ribut antara warga di sini dengan sopir pengangkut material lintas Moramo itu. Gara-gara waktu itu mereka tidak mau bantu warga bersihkan lumpur. Karena saat itu langsung kita kerja bakti dengan warga mengeruk sebagian lumpur yang sudah tergenang di badan jalan dengan tebal setinggi lutut. Makanya kita batasi, hanya mobil roda empat dan dua yang bisa lewat. Kalau sampai mobil milik perusahaan tersebut itu melintas, maka akan dihadang bahkan diancam akan dibakar warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Masagena, Luran Rey, mengungkapkan, akses jalan tersebut mulai lumpuh sejak tiga pekan lalu. Iapun mengakui jika jalan tersebut dalam proses pengerjaan yang dilaksanakan PT Majusetia Nusasentosa. Hanya saja, ruas jalan Tanea-Sanggula ini dikerjakan dengan sistem multiyeras. “Makanya saat sedang dikerja masih bisa dilalui kendaraan. Namun ketika hujan keras, baru lewat mobil 10 roda memuat material, langsung rusak parah. Warga yang berjalan kaki saja setengah mati,” kesalnya.

Luran Rey menambahkan, jalan tersebut menghubungkan delapan desa sekaligus, yakni Masagena, Cialam Jaya, Lawowila, Wonua, Amohalo, Lamboeya, Sanggula dan Mekar Jaya. Sementara jalan yang rusak parah sekitar 300 meter. “Jadi warga yang ikut kena dampak akibat jalan rusak ini ada sekitar delapan desa. Itu yang alami langsung. Belum lagi pengguna jalan lainnya. Kemudian banyak penjual sayuran di dalam, kasihan mereka harus mogok menjual kalau sudah rusak begini,” keluhnya lagi.

Pihaknya berharap agar ada solusi yang bisa diberikan pemerintah, maupun kontraktor pelaksana pekerjaan jalan. “Untuk sementara, kita manfaatkan gotong royong masyarakat mengurangi lumpurnya. Yang penting bisa dilalui kendaraan dan warga, kecuali mobil perusahaan,” ujarnya. Secara terpisah, pengawas kontraktor pengerjaan jalan tersebut, Bura saat berupaya dikonfirmasi justru enggan dihubungi. Dari pantauan koran ini jalan tersebut memang di kerjakan oleh PT Majusetia Nusasentosa. Jenis pekerjaan adalah pengaspalan jalan ruas Tanea-Sanggula yang merupakan program Dinas Pekerjaan Umum dan tata Ruang Pemkab Konsel sebesar Rp 54,8 miliar. Waktu pengerjaan dari September 2017 hingga 2019 mendatang. Sayangnya, pihak Dinas PU Konsel yang juga hendak dikonfirmasi tak berhasil ditemui. Kabid Bina Marga, Mutakhir Hidayat yang dihubungi, belum juga memberi tanggapan. (b/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top