Pariwara
HEADLINE NEWS

Armada Mudik Sudah Siap, Dishub Sultra Mulai Antisipasi Lonjakan Penumpang

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra memastikan armada (angkutan,red) mudik lebaran sudah siap. Termasuk kelaikan angkutan juga terus dipantau. Instansi yang dinakhodai Hado Hasina mengharapkan, perjalanan mudik berjalan lancar, sebagaimana tahun sebelumnya.

Sekretaris Dishub Sultra, Ardin mengungkapkan, arus mudik akan mulai kelihatan H-8 lebaran atau tepatnya sehari sebelum liburan, yakni Jumat (8/6). Makanya, saat ini pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya. Terutama kesiapan armada mudik di beberapa lokasi. “Secara umum (armada mudik,red) sudah siap. Kami tinggal koordinasi dengan instansi lain untuk antisipasi lonjakan penumpang,” ungkap Ardin, senin (4/6).

Menurutnya, antisipasi lonjakan penumpang tidak hanya untuk trayek darat, tapi juga laut. Pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi, baik dengan UPT Kementerian Perhubungan, Jasaraharja hingga keamanan demi kelancaran arus mudik. Semua sudah membuat posko pengamanan di wilayah kerja masing-masing.

“Kami sudah sangat siap. Arus mudik sesuai petunjuk Menteri Perhubungan, dimulai H-8 sampai H+8 (usai Idul Fitri),” jelasnya. Lebih jauh Ardin menjelaskan, saat ini masih dalam kondisi normal. Adapun jumlah armada yang stand by adalah 93 angkutan kota antar provinsi (AKAP). Kemudian, 413 angkutan kota dalam provinsi (AKDP), sesuai jalurnya masing-masing. Sementara itu, untuk angkutan laut juga sudah disiapkan. Misalnya, misalnya untuk jurusan Kolaka-Siwa (Bajoe) ada 3 Feri, Baubau-Waara (2 Feri), Torobulu-Tampo (3 Feri), Kendari-Wawonii (1 Ferry), Amolengo-Labuan (1 Feri), Kamaru-Wanci (1 Feri), Dongkala-Mawasangka (1 Feri).

“Kalau penumpang melonjak, maka nanti akan ditambah tripnya. Seperti tahun lalu, bisa sampai 24 jam,” jelasnya. Lalu bagaimana dengan kapal cepat? Menurutnya, nanti akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Dirinya mengingatkan, warga yang ingin mudik sebaiknya jangan menunggu dekat lebaran baru berangkat. Karena itu tentu akan terjadi kepadatan. “Kalau sudah waktunya libur, baiknya secepatmua mudik. Karena kalau sudah dekat lebaran sangat padat,” jelasnya.

Kadis Perhubungan Sultra, Hado Hasina menegaskan, pihaknya akan melakukan yang terbaik supaya mudik lebaran bisa berjalan lancar. Tak hanya memastikan kesiapan armada, tapi juga berencana memfasilitasi pemudik. Ada program Kemenhub tentang mudik gratis, hanya saja dirinya harus berkoordinasi dengan Pj Gubernur Sultra serta instansi lain untuk kepastian pelaksanaannya.

“Kami masih harus rapatkan dengan teman-teman di provinsi. Karena semua itu (program mudik) tidak bisa hanya satu dinas saja menyiapkan,” ungkapnya. Khusus “jatah” Dishun Sultra, menurutnya memang bisa ada beberapa lokasi penyeberangan bisa digratiskan. Hanya dengan ketentuan dan syarat tertentu. “Kalau saya secara pribadi, di beberapa penyeberangan bisa saja kita berlakukan untuk mudik gratis. Tetapi kalau secara keseluruhan, itu bukan hanya tugas perhubungan, tetapi melibatkan banyak pihak. Utamanya pemprov Sultra,” terangnya.

Kembali soal armada, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi lain. Baik mengenai persiapan lonjakan penumpang, antisipasi jalur mudik yang rusak dan sebagainya. “Intinya masing-masing punya tupoksi untuk menyukseskan mudik lebaran supaya berjalan lancar,” ujarnya.

Anggota DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo berharap pemerintah memperhatikan kelaikan armada mudik. Hal ini penting dilakukan supaya menghindari hal tak diinginkan di jalan. “Apalagi sekarang kondisi hujan, jadi harus diawasi kelaikan kendaraan. Kalau tidak memenuhi syarat jalan, apalagi over kapasitas, maka harus dilarang berangkat,” ingatnya.

Sebagai tambahan, untuk kapal cepat, sejauh ini di Pelabuhan Nusantara Kendari masih beroperasi dua buah. Adapun rutenya adalah Kendari– Raha dan Kendari-Raha-Baubau. Namun, itu domain Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mempersiapkannya.

Masih ada jalur lain yang bisa digunakan untuk mudik ke Raha dan Baubau. Misalnya lewat kapal malam. Kapasitasnya bisa mencapai 1.000 lebih penumpang dan kendaraan roda dua sampai seratusan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sudah menginstruksikan seluruh jajarannya agar armada mudik sudah dipersiapkan dengan baik. Termasuk kelaikan angkutan juga menjadi perhatiannya. ”Saya minta agar dalam seminggu bisa melakukan rampcheck hingga 70 sampai 80 persen. Semua instansi perhubungan hingga ke daerah hal melakukannya,” kata Budi, senin (4/6).

Secara umum, lanjut dia, tahun ini menurut data Kemenhub ada 14 ribu bus yang siap melayani musim mudik lebaran. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 10 ribu saja. Walaupun demikian Budi mengancam jika ada bus yang tidak lolos uji kelayakan maka tidak boleh untuk ikut angkutan mudik. Termasuk bus pariwisata. ”Saya sudah mengirimkan surat ke Polda dan pemda, kalau ada bus yang tidak layak uji maka silahkan dirazia,” tegasnya.

Ketika Ditanya mengenai tarif, Menhub menjamin jika semuanya masih dalam batas yang wajar. Kemenhub telah memiliki pedoman pengaturan tarif batas atas dan bawah untuk bus ekonomi. Menurutnya, berita mengenai adanya tarif yang tinggi merupakan kabar yang tidak benar.

Sedangkan pada sektor angkutan udara, mantan Direktur Angkasa Pura II itu menyatakan jika 75 persen sudah dilakukan rampcheck. Untuk pesawat, Budi menuturkan bahwa sudah ada 400 pesawat yang telah dilakukan rampcheck. ”Saya harapkan ini berjalan dengan baik. Saya minta kepada Dirjen Perhubungan Udara untuk segera menyelesaikan 90 pesawat dalam 1-2 hari,” jelasnya.

Dia berpesan agar para operator maskapai penerbangan harus sesuai dengan slot time yang diajukan. Bila tidak dijalani harus disampaikan 24 jam sebelumnya. ”Apabila tidak dilakukan, kita wajibkan untuk menerbangkan dan jika tidak dilakukan maka akan diberikan sanksi tertentu,” ungkapnya.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso yang ditemui dalam kesempatan yang sama menegaskan jika ada kemungkinan kenaikan 600 penumpang dalam musim mudik kali ini. Prediksi jumlah penumpang angkutan udara pada lebaran tahun ini akan meningkat hingga 10,78 persen dibanding tahun lalu. Jumlah penumpang total domestik dan internasional diprediksi menjadi 5,870,823 penumpang.

Agus melanjutkan bahwa jajaran Ditjen Perhubungan Udara saat ini juga sudah melakukan pengawasan di 36 bandar udara. Selain itu ada 12 rute penerbangan yang dipelototi karena dari tahun ke tahun jumlah penumpangnya selama lebaran selalu meningkat.

12 rute tersebut adalah dari Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta) menuju Balikpapan, Bali, Gorontalo, Jogja, Medan, Manado, Padang, Palembang, Solo, Semarang, Surabaya, dan Makassar. ”Terkait 12 rute penerbangan tersebut, kami juga pastikan pasokan jumlah kursi pesawat lebih banyak dari perkiraan jumlah perkiraan permintaan dari masyarakat,” imbuhnya. (b/wan/ahi/lyn/ing)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top