Pariwara
Konawe Kepulauan

Penyuling Miras Tradisional di Konkep Beralih Buat Gula

MURSALIN/KENDARI POS
BABINKAMTIBMAS : Brigadir Muh. Arsi (kiri) berpose bersama warga binaannya yang mulai mengolah air aren menjadi gula dan tak lagi melakukan penyulingan Miras tradisional.

KENDARIPOS.CO.ID — Brigadir Polisi Muh Arsi, bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas) di Desa Pasir Putih dan Mata Baho, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sukses meyakinkan warganya untuk beralih memproduksi enau dari minuman keras (Miras) tradisional menjadi gula aren. Padahal, sudah bertahun-tahun warga mengolah air aren menjadi Miras.

Meski terbilang baru dipercaya sebagai Babinkamtibmas di Pulau Wawonii, Arsi, mulai memerlihatkan terobosan baru. Termasuk merubah pola pikir warga dengan memberikan bantuan kitab suci di wilayah itu untuk memberantas buta aksara Alquran. “Pelan-pelan kami ubah pola pikir warga Desa Mata Baho utuk meninggalkan profesi mereka yang sudah bertahun-tahun mengolah air aren menjadi Miras tradisional. Alhamdulillah sudah ada warga yang berani meninggalkan penyulingan tradisional itu dan beralih sebagai pembuat gula,” kata Muh. Arsi, SH, saat ditemui di Polsek Wawonii, Minggu (3/6).

Ia menjelaskan, dalam satu jerigen lima liter, Miras tradisional dapat diolah menjadi tiga buah gula aren. Harga tiap buahnya, Rp 10 ribu. “Seperti yang dibuat Lambolosi, warga Dusun III Desa Mata Baho. Gula arennya sudah ada juga yang terjual, meski baru tahap percobaan,”katanya. Bhanyangkara yang mulai karir dari Tamtama itu berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konkep, bisa memerhatikan warga Desa Mata Baho yang muali mengolah gula aren.

“Saya juga sudah koordinasi dengan Pemerintah Desa untuk bagaimana mensuport mereka dalam membuat gula. Gaji saya dari Babinkamtibmas saya sisipkan untuk kebutuhan warga binaan,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Konkep, H. Amrullah, begitu mendukung terobosan yang dilakukan Brigpol. Muh. Arsi, dalam menghilangkan pembuatan Miras tradisional di Desa Mata Baho. “Saya sangat apresiasi terobosan yang dilakukan Babinkamtibmas,” singkat Amrullah melalui pesan singkatnya, belum lama ini.

Sementara itu, Kapolsek Wawonii, Iptu Ismail Pali, mengatakan, dialihkanya penyulingan Miras tradisional menjadi gula oleh warga memang harus didukung agar berkesinambungan. “Secara tidak langsung angka kriminal di wilayah hukum kami mulai berkurang. Kami juga sudah tekankan kepada warga untuk tidak menjual Miras tradisional. Kami akan tangkap, jika masih menjual, biar ada efek jera buat penyuling air aren menjadi Miras. Tapi alhamdulillah, warga Desa Mata Baho mulai sadar dan mulai meninggalkan aktivitas penyulingan,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Konawe itu. (b/san)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top