Pariwara
HEADLINE NEWS

Ditetapkan Tersangka, Agus Ditahan di Rutan KPK Bersama Seorang Kontraktor

BARANG BUKTI: Tim penyidik KPK memperlihatkan barang bukti berupa uang pecahan seratus ribu rupiah sebanyak Rp 400 juta lebih saat menggelar konferensi pers di gedung KPK, tadi malam (24/5). Tampak Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan (belakang) ikut menyaksikan. Foto: La Ode Yogi/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Buton Selatan (Busel), Agus Feisal Hidayat jadi tersangka terkait suap proyek pekerjaan di Pemkab Busel 2018. Buka hanya dia, lembaga anti rasuah juga menetapkan salah seorang kontraktor bernama Tonny Kongres alias Acucu sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya kini ditahan di Rutan KPK, di Kuningan Jakarta Pusat.

Penetapan tersangka keduanya diumumkan langsung Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan. “KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan dua orang sebagai tersangka yaitu, AFH diduga sebagai penerima suap, dan TK diduga sebagai pemberi suap,” kata Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Kamis malam (24/5).

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, KPK menyita uang sebanyak Rp 409 juta dalam bentuk pecahan seratus ribu rupiah. Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat diduga menerima suap dari kontraktor terkait proyek-proyek pekerjaan di Buton. “Salah satu proyeknya adalah pekerjaan infrastruktur rehab rumah jabatan tahap 3 Bupati Busel dengan total anggaran Rp 2,9 miliar,” ungkapnya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengaku proses penahanan akan dilakukan malam ini (tadi malam,red). “Akan langsung dilakukan penahanan. Kapan, yang pasti sebelum sahur. Untuk tempat, di Rutan KPK,” jelasnya.

Atas perbuatannya, AFH disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Tonny selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001.

TIBA DI KPK: Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat (kiri) saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin. Dia dikawal petugas lembaga anti rasuah dan kepolisian. Foto: La Ode Yogi/Kendari Pos

Sementara itu, Kemendagri bakal segera menonaktifkan Agus Feisal Hidayat dari jabatan Bupati Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Hal ini dilakukan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (23/5). “Pak Dirjen Otda (Sumarsono) sudah menyiapkan (suratnya) tinggal saya teken,” ujar Mendagri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Kamis (24/5).

Tjahjo mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan surat pengangkatan Wakil Bupati La Ode Arusani sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Buton Selatan, hingga kasus hukum Feisal nantinya berkekuatan hukum tetap. “Supaya pemda tak terganggu. Penunjukan Plt karena dengan ditahan dia (Feisal) tak bisa menjalankan pemerintahan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Busel, La Ode Arusani mengatakan, kasus yang menimpa bupati tidak berpengaruh terhadap aktivitas pemerintahan. “Semua tetap berjalan normal,” ujarnya saat ditemui di kantor Bupati Busel, Kamis (24/5).

Memang lanjut dia, ada beberapa kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sedikit terganggu karena gedungnya disegel tim KPK. Namun pihaknya suda menemukan solusi agar para pegawai serta layanan kepada masyarakat tetap berlanjut.

“Ada beberapa pegawai yang tidak bisa berkantor hari ini. Ruanganya disegel. Tetapi mulai besok, semua sudah mulai normal kembali. Dengan menggunakan ruangan kerja sementara yang sudah kita siapkan,” ucapnya. (b/yog/ahi)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top