Pariwara
Nasional

Di Gudang Bulog Ada 1,5 Juta Ton, Dirut Bulog: Stok Beras Aman Sampai Lebaran

Dirut Bulog, Budi waseso menegaskan selama Ramadan hingga lebaran, stok beras tetap aman. Bulog punya persediaan yang cukup. Foto: Jpnn

KENDARIPOS.CO.ID — Stok beras dipastikan aman hingga Lebaran, bahkan pascaarus balik. Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan bahwa stok beras saat ini telah mencapai 1,5 juta ton. Buwas –sapaan akrabnya– mengungkapkan, ketersediaan beras itu lebih dari cukup hingga pasca-Lebaran. Jumlah tersebut hanya stok di gudang-gudang Bulog.

”Itu yang ada di kami untuk cadangan. Sedangkan yang beredar di luar lebih besar. Kan 94 persen itu ada di luar,” ujar Buwas setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) rabu (23/5). Sedangkan kemungkinan impor beras lagi masih dikaji. Pertimbangannya, antara lain, musim panen, paceklik, kondisi stok, dan kebutuhan.

”Harus kita lihat, manakala stok menurun, kalau kita nggak ada, ya harus impor. Yang penting, stoknya ada, terjamin,” kata mantan kepala Badan Narkotika Nasional itu. Saat bertemu Wapres, Buwas hendak meminta arahan dalam pengelolaan Bulog. Apalagi, JK pernah menjabat kepala Bulog. Salah satu yang terpenting adalah menjaga kestabilan antara pangan dan kesejahteraan petani.

”Tapi juga di konsumen sebagai pembeli, beras tidak mahal. Nah, beliau memberikan petunjuk, arahan, kepada saya,” jelansya. Wapres memang membagikan pengalaman yang didapatkan saat menjadi kepala Bulog. Termasuk membahas impor. Dia memastikan, bila stok kurang, harus ada impor. ”Prinsip pangan itu lebih baik lebih daripada kurang,” ungkap dia. Pertimbangannya juga berkaitan dengan prakiraan kondisi pascapanen.

Selain itu, ada catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal data pangan, terutama beras, sehingga berpengaruh pada kebijakan impor. JK mengakui, memang data tersebut sudah lama bermasalah. Dalam perkiraan JK, produksi beras itu sebenarnya kurang dari 50 juta ton per tahun. Terkait dengan persoalan tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) juga sudah melapor kepada JK bahwa ada penelitian baru. ”Selisih beras itu tidak seperti yang selama ini dikemukakan, 79 juta ton gabah, nggak benar itu,” imbuhnya. (oki/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top