Pariwara
Nasional

Besok, RUU Terorisme Rampung

Yasonna Laoly,
Menkumham

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menargetkan pembahasan revisi Undang-undang No. 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Terorisme), sudah tuntas akhir pekan ini. “Kalau teroris RUU revisinya akan selesai dalam waktu dekat, dan targetnya Jumat (25/5) paripurna di DPR,” ucap Yasonna di Istana Negara, Jakarta, rabu (23/5).

Menteri dari PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa pemerintah fokus menyelesaikan RUU Terorisme bersama DPR. Dia berharap tidak ada kendala lagi soal definisi karena sudah ada pembicaraan dengan fraksi-fraksi di dewan. Apalagi, di internal pemerintah juga sudah satu sara mengenai definisi terorisme. Karena itu, kuncinya tinggal di parlemen.

“Kita lihat nanti rapat kerja Kamis, rencananya. Kami harapkan Jumat paripurna. Kalau TNI Polri sudah setuju, dari pemerintah sudah sepakat tinggal kita lihat dari DPR saja,” harapnya.

DPR menargetkan RUU Antiterorisme sudah dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan menjadi UU pada Jumat (25/5). Keterangan tersebut ditegaskan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo ketika diwawancarai usai hadir dalam agenda buka bersama di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa malam (22/5).

Menurut pejabat yang akrab dipanggil Bamsoet itu, pembahasan RUU Aniterorisme tidak berhenti sejak masa sidang kembali dibuka. ”Sekarang sedang pembahasan besok (hari ini) dilanjutkan pembahasan dengan pemerintah,” terang dia.

Pimpinan DPR yang juga politisi Partai Golkar itu optimistis, pembahasan soal definisi terorisme yang sempat alot bakal segera rampung. ”Tinggal sedikit lagi bisa kami tuntaskan,” ujarnya.

Karena itu, Bamsoet percaya diri pembahasannya bisa tuntas akhir pekan ini. ”Hari Jumat ketok palu UU Antiterorisme,” kata dia tegas. Tidak hanya itu, dia juga memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam pembahasan RUU Antiterorisme sudah satu suara. Dengan begitu, DPR tinggal merangkumnya. ”Soal ideologi dan ancaman keamanan negara plus tujuan motif politik. Itu sedikit lagi. Mudah-mudahan malam ini atau besok bisa (selesai),” terangnya.

Soal usulan mengubah status kelembagaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi Komisi Nasional Penanggulangan Terorisme (KNPT) yang disampaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bamsoet menyampaikan bahwa instansinya sudah menampung masukan itu. Keputusannya berada di tangan Panitia Khusus (Pansus) RUU Antiterorisme. ”Kami telah sampaikan ke pansus. Biar pansus memutuskan,” kata dia.

Disamping RUU Antiterorisme, Bamsoet juga menyampaikan bahwa DPR sudah menerima masukan KPK soal RUU Tipikor. Meski pun belum masuk ke meja DPR, dia memastikan bahwa instansinya turut mendorong RUU tersebut. ”Nanti kalau sudah masuk baru kami agendakan,” tegasnya. Menurut dia, RUU Tipikor termasuk salah satu yang urgent untuk dibahas oleh instansinya. (syn/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top