Pariwara
HEADLINE NEWS

Sungai Matabenua Meluap, Rumah Hancur, Ratusan Warga di Konut Terpaksa Mengungsi

BANJIR BANDANG: Puluhan rumah warga Kecamatan Langgikima rusak parah diterjang banjir bandang, kemarin. Akibatnya, ratusan warga terpaksa harus tinggal ditenda pengungsian untuk sementara waktu. Catatan Dinsos Konut, bukan hanya rumah yang hancur, tapi juga banyak sawah rusak sehingga petani gagal panen. Foto: Helson Mandala Putera/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Hujan yang melanda daratan Konawe Utara (Konut) dalam sepekan terakhir melululantahkan sebagian otorita Ruksamin-Raup. Dua kecamatan yang paling merasakan dampak banjir adalah Kecamatan Langgikima dan Landawe. Puluhan rumah warga rusak dihantam banjir bandang, termasuk puluhan hektar sawah petani hancur dan dipastikan gagal panen.

Identifikasi sementara, banjir bandang yang terjadi disebabkan meluapnya Sungai Matabenua. Sungai yang membelah beberapa kecamatan di Konut ini, tidak mampu lagi membendung debit air dari hulu saat hujan berkepenjangan. Ditambah lagi, kondisi hutan di bagian hulu yang mulai rusak.

“Kondisi hutan sudah tidak seperti dulu lagi. Kami lihat banyak material tanah dan pohon tumbang, sehingga membuat air sungai cepat meluap. Padahal, Sungai Matabenua biasanya cukup besar untuk mencegah terjadinya banjir bandang,” kata Wilda, salah seorang warga Konut yang mengaku rumahnya ikut terkena dampak banjir, selasa (22/5).

Dirinya cukup bersyukur karena Pemkab Konut bergerak cepat memberikan bantuan. Meskipun, banyak rumah warga yang tidak bisa diselamatkan. Dia hanya berharap, ke depan dipikirkan solusinya, terutama supaya hutan di bagian hulu di jaga dengan baik. “Harapan kami, banjir bandang seperti ini jangan terulang lagi. Makanya, pemerintah harus mencari solusinya,” harapnya.

Pengendara yang melintasi jalan utama di Kecamatan Oheo terjebak banjir, selasa (22/5). Kendaraan roda dua yang mereka gunakan sempat mogok, sehingga harus dibantu polisi dan warga setempat. Foto: Helson Mandala Putera/Kendari Pos

Direktur Wahana Lingkungan (Walhi) Sultra, Kisran Makati punya pandangan lebih konkrit. Pihaknya yang sudah beberapa tahun mengunjungi Konut menilai banjir bandang yang terjadi, baik tahun 2013, 2016 maupun yang baru saja terjadi tidak bisa terlepas dari aktivitas tambang dan perusahaan sawit. “Dalam catatan kami, aktivitas pengerukan tambang dan perusahaan kelapa sawit merupakan penyebab terjadinya banjir bandang di Konut,” ujar Kisran Makati saat dihubungi, selasa (22/5).

Kisran dan kawan-kawan sudah beberapa kali mengunjungi lokasi pertambangan dan perkebunan sawit. Untuk perkebunan sawit karena selalu lakukan land clean (pembersihan lahan) sebelum penanaman, sehingga menimbulkan daerah resapan di area tersebut berkurang. “Karena resapan kurang, maka ketika hujan turun dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan terjadi banjir bandang. Sungai tidak mampu lagi menampung debit air. Bukan hanya kali ini saja, tapi 2013 dan 2016 lalu juga seperti itu,” jelasnya.

Menyangkut aktivitas pertambangan, menurutnya jika melihat air saat banjir yang warnanya kemerahan, sudah sangat jelas, itu bekas ore nikel. Kata dia, banyak aktivitas pertambangan yang kurang sehat di area hulu sehingga membuat hutan rusak. “Kalau hutan area hulu sudah rusak, maka sudah pasti menjadi ancaman bagi warga yang tinggal di hilir atau sekitarnya. Sebab, ancaman banjir hanya tinggal tunggu waktu dan kejadian saat ini membuktikan hal itu,” terangnya.

Lalu apa solusinya? Kisran berharap, ini menjadi perhatian serius bagi Pemkab Konawe Utara dan Pemprov Sultra untuk mengevaluasi kembali izin perusahaan yang terbukti tidak ramah lingkungan. Sebab, bagaimanapun kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir tidak sebanding dengan PAD dari perusahaan tersebut. “Kami anggap, Konut sekarang darurat ekologi. Jadi butuh perhatian serius pemerintah daerah. Kasihan masyarakat kalau dibiarkan seperti ini terus,” tegasnya.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top