Pariwara
Kolaka Utara

Lahan Pasar Pundoho di Kolut Digugat

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
SENGKETA : Rencana pembangunan pasar rakyat di Pundoho, Kecamatan Pakue Utara menemui kendala. Lahan yang akan menjadi tempat berdirinya sentra jual beli itu, masih diklaim warga setempat.

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana pembangunan pasar rakyat di Desa Pundoho, Kecamatan Pakue Utara segera direalisasikan. Hanya saja, lahan hibah yang akan menjadi tempat berdirinya sentra jual beli itu, diklaim warga setempat. Lahan kurang lebih satu hektare tersebut, sebelumnya dihibahkan warga bernama H. Idris pada Pemkab berikut bukti sertifikat. Namun, ketika pembangunannya dimulai, saudara kandung H. Idris bernama Wahyuddin, memagari separuh lahan dan mengaku sebagai milik pribadinya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kolut, Muh. Idris, yang dikonfirmasi membenarkan sengketa tersebut. Sepengetahuan pihaknya, lahan itu milik H. Idris sesuai bukti sertifikat yang diperlihatkan dan telah diajukan ke pemerintah pusat untuk syarat pencairan anggaran pembangunan. Karena sudah sepakat, pihaknya bersama Camat Pakue Utara, Rahman, Kapolsek Pakue, Iptu Saenal Alimin, Kades Pundoho, Rasling, Kades Lawata, Arkan serta pihak kontraktor pelaksana proyek mulai meninjau lokasi.

Namun sayang, tiba di tempat, ternyata separuh lahan sudah dipagari Wahyuddin yang mengklaim lokasi tersebut tanahnya. “Sudah mau dibangun, saya bingung juga dan akan saya sampaikan ke bupati,” ujarnya, Selasa (22/5). Muh. Idris yang menyarankan pada Wahyuddin untuk melanjutkan gugatannya termasuk ke pengadilan, dengan catatan tak menghalangi pembangunan, ditolak. Penggugat pun sempat bersitegang dengan pihak kontraktor yang hendak memulai pengerjaannya.

“Tidak mau berpengadilan dan dia mau sumpah pocong kalau itu tanahnya. Namun saya katakan itu tidak ada dasar hukumnya,” beber Kadisperindag. Meski tak ada kesepakatan dan sempat terjadi ketegangan, namun situasi lapangan tetap kondusif. Kapolsek Pakue, Iptu Saenal Alimin, mengikutkan beberapa anggotanya untuk mengamankan lokasi agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Seperti diberitakan sebelumnya, Muh. Idris mengaku, pada 2018 ini terdapat lima titik pembangunan pasar dari proyek APBN antara lain Pasar Pundoho dengan anggaran kurang lebih Rp 3 M, Pasar Lalume, Kondara, Saludongka dan Wawo diplot rata-rata Rp 763 juta. (b/rus)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top