Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Tekanan Sentimen AS Jadi Penyebab Rupiah Sulit Menguat

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak begitu besar dalam merespons suku bunga acuan yang diumumkan oleh Bank Indonesia (BI). Selain itu, Analis PT Binaartha Sekiritas Reza Priyambada mengatakan, bahkan, pernyataan positif Menteri Keuangan terkait APBN yang meningkat signifikan baik dari sisi pendapatan, perpajakan dan PNBP hingga Mei 2018, juga belum mendorong rupiah kembali menguat.

Padahal, disisi lain, lanjutnya, belanja negara yang terjaga, defisit yang terus dapat terjaga sesuai undang-undang APBN, belum mampu menahan pelemahan Rupiah. Tidak hanya itu, optimisme dalam pertumbuhan ekonomi yang disampaikannya dimana menargetkan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 5,4-5,8 persen dalam RAPBN 2019 juga belum dapat mengangkat Rupiah.

Menurutnya, masih dominannya penguatan USD membuat laju Rupiah kembali kehilangan momen untuk terapresiasi. “Tetap waspada dengan berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah, terutama dari masih menguatnya laju USD terhadap pergerakan sejumlah mata uang lainnya seiring kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 14.157 dan resisten 14.139,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/5).

Reza memaparkan, adanya anggapan terkait dengan pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang cenderung meningkat menjadi faktor yang menahan dana asing masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia membuat laju Rupiah masih cenderung melemah. “Padahal sehari sebelumnya, suku bunga acuan Bank Indonesia telah dinaikan 25 bps, sesuai perkiraan sebelumnya,” tuturnya.

Sebagai informasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,7 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen, berlaku efektif sejak 18 Mei 2018. “Antara pelaku pasar harus menanggapi positif atau kenaikan tersebut dinilai telat setelah laju Rupiah kian banyak terdepresiasi. Namun, pada kondisi riil nya laju Rupiah tetap melemah,” tandasnya. (JPG)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top