Pariwara
Nasional

Persiapan Mudik Lebaran, Kemenhub Siapkan Transportasi Pendukung

Budi Karya Sumadi

KENDARIPOS.CO.ID — Persiapan arus mudik yang dilakukan pemerintah tidak hanya untuk jalur mudik dan angkutan lebaran saja. Pemerintah juga telah koordinasi dengan dinas perhubungan untuk mengatur kelancaran arus mudik selama lebaran. Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, jika pihaknya telah koordinasi dengan dinas perhubungan. Salah satu yang dibahas adalah mengenai transportasi lanjutan. ”Beberapa waktu lalu saya berada di Solo. Sudah ada koordinasi dengan dishub,” ungkapnya, minggu (20/5).

Budi mengatakan jika kewenangan transportasi lanjutan ada di tangan pemerintah daerah. Pihaknya hanya mengkoordinasikan saja. Namun dia optimis jika pelayanan pemudik akan lebih baik dari tahun lau. ”Pak Menteri (Budi Karya Sumadi, Red) mengintruksikan seluruh pihak untuk bergerak menyukseskan mudik,” tuturnya.

Selain soal kendaraan lanjutan, Budi mengatakan jika pihaknya juga tengah koordinasi terkait memindahkan sumber kemacetan. Misalnya saja pasar tumpah atau pusat oleh-oleh. ”Pusat oleh-oleh saya minta pindahkan dulu di sekitar tol. Sementara itu kendaraan tradisional seperti becak untuk sementara waktu tidak boleh beroprasi,” jelasnya. Hal ini dilakukan agar jalan nasional tidak macet.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan jika pihaknya telah mengantisipasi lonjakan mudik 2018. Hingga saat ini jumlah pemudik terbesar ada di sektor udara. Yakni mencapaia delapan juta pemudik. Sedangkan pengguna transportasi darat sekitar 7 hingga 8 juta pemudik, kereta api 3 juta pemudik dan laut sekitar 1,5 juta pemudik.

”Prediksi puncak arus mudik dari perjalanan yang menggunakan kereta api di tanggal 13 Juni 2018 atau H-2 lebaran dan perkiraan puncak purna lebaran pada tanggal 17 Juni 2018 atau H+2,” tutur Budi dalam keterangan persnya, minggu (20/5).

Pengamat Transportasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai pemerintah masih abai dalam pemenuhan transportasi lanjutan. ”Seolah pemudik semua membawa mobil. Jangan lupa sebagian besar pemudik menggunakan transportasi umum, entah pesawat terbang, kapal, bus, atau kereta,” ujarnya minggu (20/5). Djoko menilai, pemerintah ahrus menyiapkan transportasi lanjutan untuk menuju tempat tinggal pemudik.

”Terminal, bandara, pelabuhan secara fisik sudah banyak yang bagus. Akan tetapi ketersediaan angkutan umum di daerah yang singgah di terminal, pelabuhan, dan bandara masih sangat minim,”kata Djoko. Selain minim kendaraan lanjutan, yang dikhawatirkan lainnya adalah biaya yang mahal. Djoko mencontohkan di pelabuhan yang tidak ada angkutan umum secara rutin.
(lyn/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top