Pariwara
Konawe Utara

Longsor Mengintai Warga Boedingi di Konut

HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
BAHAYA TAMBANG : Kupasan tanah tambang milik PT Dakka yang berpotensi longsor dan mengancam pemukiman warga Desa Boedingi di Konawe Utara.

KENDARIPOS.CO.ID — Bencana longsor berpotensi melanda warga Desa Boedingi di Kecamatan lasolo Kepulauan (Laskep), Konawe Utara (Konut). Aktivitas eksploitasi tanah tambang oleh pihak PT Dakka Group membuat kondisi dan struktur tanah di kawasan tersebut menjadi labil. Apalagi intensitas curah hujan yang melanda wilayah Konut akhir-akhir ini cukup tinggi.

Warga Desa Boedingi diminta hati-hati sebelum longsor tanah tambang mengintai perkampungan mereka. Kondisi kupasan tanah tambang milik PT Dakka Group telah berulangkali disampaikan Kepala Desa Boedingi untuk menjadi perhatian manajemen PT Dakka Group. Sayangnya, penyampaian tersebut, tak juga mendapat respon. “Jauh hari sebelum musim hujan datang, saya maupun warga Desa Boedingi sudah pernah menyampaikan pada pihak PT Dakka agar buangan tanah tambang ke IUP PT Paramitha, akan membahayakan perkampungan. Utamanya tanah longsor,” kesal Kepala Desa Boedingi, Aksar, Sabtu (19/5).

Akibat kupasan buangan tanah tambang milik PT Dakka Group yang mengancam pemukiman membuat warga setempat kepanikan. Apalagi tumpukan tanah tambang milik PT Dakka Group mulai longsor menyusuri perkampungan Desa Boedingi. “Sebagian tanahnya sudah longsor. Cepat atau lambat longsor akan sampai di perkampungan. Warga sudah mulai panik. Kemarin saya sudah hubungi orang PT Dakka yang ada di Kendari. Tapi jawabannya, menunggu Pak Kadir dulu. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkap Aksar.

Selama ini, kata Aksar, kontribusi PT Dakka di desanya, belum sama sekali diberikan pada masyarakat. Yang ada justru kontribusi ancaman keselamatan akibat kerusakan lingkungan. “Belum ada kontribusinya itu PT Dakka juga sama masyarakat. Informasinya minggu ini akan ada tongkang milik perusahaan yang akan masuk,” ujarnya. Aksar meminta pihak perusahaan secepatnya mengantisipasi tanah buangan ore sebelum longsor mengancam warga Desa Boedingi. Humas PT Dakka Group, Kadir, yang hendak dikonfirmasi, tak berhasil dihubungi. Telepon selulernya dalam kondisi tidak aktif. Begitu juga pesan singkat yang dikirimkan, tak direspon. (b/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top